Inflasi 1 Oktober 2026 dan Rupiah Melemah, Ini Faktor yang Perlu Diperhatikan

sekitarbandungcom – Inflasi Indonesia pada 1 Oktober 2026 menjadi perhatian setelah Badan Pusat Statistik (BPS) merilis perkembangan harga konsumen September 2026, bersamaan dengan pergerakan rupiah

Erna Cahya

[addtoany]

Inflasi 1 Oktober 2026 dan Rupiah Melemah, Ini Faktor yang Perlu Diperhatikan
Inflasi Indonesia pada 1 Oktober 2026 menjadi perhatian setelah Badan Pusat Statistik (BPS) merilis perkembangan harga konsumen September 2026, bersamaan dengan pergerakan rupiah yang melemah terhadap dolar Amerika Serikat.

sekitarbandungcom – Inflasi Indonesia pada 1 Oktober 2026 menjadi perhatian setelah Badan Pusat Statistik (BPS) merilis perkembangan harga konsumen September 2026, bersamaan dengan pergerakan rupiah yang melemah terhadap dolar Amerika Serikat.

Data tersebut menunjukkan inflasi tahunan meningkat, sementara pasar valuta asing merespons sejumlah faktor domestik dan global.

Inflasi September 2026 Naik Menjadi 3,28 Persen

BPS mencatat inflasi Indonesia pada September 2026 sebesar 3,28 persen secara tahunan atau year-on-year (yoy). Angka tersebut meningkat dibandingkan inflasi Agustus 2026 yang berada di level 3,19 persen.

Secara bulanan, inflasi September tercatat 0,30 persen. Sementara itu, inflasi tahun kalender atau year-to-date (ytd) mencapai 2,17 persen. Inflasi inti juga tercatat 2,84 persen secara tahunan.

Kenaikan harga pada September terutama terlihat pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau. BPS mencatat kelompok tersebut mengalami inflasi 0,88 persen secara bulanan dan memberikan andil 0,26 persen terhadap inflasi nasional September.

Perkembangan harga pangan juga perlu diperhatikan karena kelompok ini memiliki pengaruh terhadap inflasi bulanan. BPS mencatat kenaikan harga sejumlah komoditas pangan menjadi salah satu pendorong inflasi September.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa perubahan harga di tingkat konsumen dapat dipengaruhi faktor pasokan dan permintaan, selain perkembangan nilai tukar serta kebijakan moneter dalam perekonomian nasional saat ini.

Baca juga: ASN Digital: Profiling 600 Ribu ASN Gratis, Hasilnya Bisa Dicek

Rupiah Melemah pada 1 Oktober 2026

Pergerakan rupiah turut menjadi perhatian setelah pengumuman data inflasi tersebut. Pada penutupan perdagangan Kamis, 1 Oktober 2026, rupiah berada di level Rp17.966 per dolar AS.

Posisi itu melemah 72 poin atau 0,40 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya sebesar Rp17.894 per dolar AS.

Bank Indonesia melalui data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) juga mencatat kurs rupiah pada 1 Oktober 2026 sebesar Rp17.937 per dolar AS. Sehari sebelumnya, JISDOR berada di level Rp17.877 per dolar AS.

Analis Bank Woori Saudara Rully Nova mengatakan pelemahan rupiah dipengaruhi pengumuman inflasi September.

“Rupiah hari ini melemah dipengaruhi oleh domestik pengumuman inflasi September yang mencapai 3,28 persen,” ujarnya kepada ANTARA.

Mengapa Inflasi Berpengaruh terhadap Rupiah?

Inflasi dapat menjadi salah satu faktor yang diperhatikan pasar dalam menilai kondisi perekonomian suatu negara. Ketika tekanan harga meningkat, pelaku pasar dapat memperhatikan kemungkinan respons kebijakan moneter, termasuk arah suku bunga.

Namun, pelemahan rupiah pada 1 Oktober tidak dapat dijelaskan hanya oleh inflasi domestik. Nilai tukar juga dipengaruhi kondisi dolar AS, sentimen pasar global, arus modal, serta ekspektasi terhadap kebijakan bank sentral Amerika Serikat.

Karena itu, data inflasi perlu dilihat bersama indikator ekonomi lainnya. Inflasi September 2026 sebesar 3,28 persen masih berada dalam kisaran sasaran inflasi Bank Indonesia sebesar 2,5 persen plus atau minus 1 persen.

Faktor Global Turut Menekan Rupiah

Selain faktor domestik, perkembangan ekonomi Amerika Serikat menjadi perhatian pasar. Pada pembukaan perdagangan 1 Oktober, ekonom Permata Bank Josua Pardede menyebut data tenaga kerja AS yang lebih kuat ikut mendukung permintaan terhadap dolar AS.

Data Automatic Data Processing (ADP) Employment Change Amerika Serikat untuk September 2026 tercatat meningkat menjadi 90 ribu dari 38 ribu pada bulan sebelumnya. Kondisi tersebut menunjukkan pasar tenaga kerja AS masih menjadi salah satu perhatian investor.

Pergerakan dolar AS yang menguat dapat memberikan tekanan terhadap mata uang negara lain, termasuk rupiah. Oleh sebab itu, perubahan nilai tukar perlu dipahami dengan melihat kondisi domestik dan perkembangan pasar global secara bersamaan.

Respons Bank Indonesia terhadap Rupiah

Bank Indonesia terus menggunakan kebijakan moneter dan berbagai instrumen untuk menjaga stabilitas nilai tukar. Dalam Tinjauan Kebijakan Moneter September 2026, BI menyatakan mempertahankan BI-Rate sebesar 5,75 persen.

BI juga menyebut strategi stabilisasi nilai tukar diperkuat melalui intervensi valuta asing dan pendalaman pasar uang serta pasar valuta asing. Kebijakan tersebut diarahkan untuk menjaga stabilitas rupiah sekaligus mendukung pencapaian sasaran inflasi.

Gubernur BI menyatakan keputusan mempertahankan BI-Rate konsisten dengan strategi stabilisasi nilai tukar rupiah di tengah tekanan eksternal yang masih kuat.

Dampak Rupiah Melemah terhadap Ekonomi

Pelemahan rupiah dapat meningkatkan biaya barang dan bahan baku yang berasal dari luar negeri. Dampaknya dapat dirasakan oleh perusahaan yang memiliki ketergantungan tinggi terhadap impor, terutama ketika pelemahan berlangsung dalam periode yang panjang.

Di sisi lain, pengaruh terhadap inflasi tidak selalu terjadi secara langsung. Besarnya dampak bergantung pada struktur biaya perusahaan, harga komoditas global, kebijakan pemerintah, serta kemampuan pelaku usaha menyesuaikan harga.

Pergerakan rupiah dan inflasi pada 1 Oktober 2026 karena itu perlu dipantau bersama. Data BPS menunjukkan inflasi masih berada dalam sasaran, sedangkan BI tetap menjalankan kebijakan stabilisasi nilai tukar.

Faktor global, terutama arah dolar AS dan kondisi pasar keuangan, juga menjadi bagian penting dalam melihat perkembangan rupiah berikutnya.

Baca juga: Hari Kesaktian Pancasila 2026, Mengenal Sejarah di Balik Peringatan 1 Oktober

Tags

Related Post

Tinggalkan komentar