IPSM Bandung Belajar Bushido, Serius tapi Penuh Tawa

sekitarbandung.com – Meski baru pertama kali diselenggarakan, kegiatan Peningkatan Kapasitas Pengurus Ikatan Pekerja Sosial Masyarakat (IPSM) Kota Bandung begitu mengasyikan. Berbagai materi yang diberikan dinilai sangat

Acsyara Aulia

IPSM Bandung Belajar Bushido, Serius tapi Penuh Tawa

sekitarbandung.com – Meski baru pertama kali diselenggarakan, kegiatan Peningkatan Kapasitas Pengurus Ikatan Pekerja Sosial Masyarakat (IPSM) Kota Bandung begitu mengasyikan.

Berbagai materi yang diberikan dinilai sangat bermanfaat bagi para pengurus IPSM Kota Bandung. Apalagi, ketika materi yang disampaikan dikemas dengan pola permainan.

Salah satunya adalah penerapan semangat Bushido dalam kegiatan ini. Ipin Tasripin dan tim, pemateri yang berasal dari Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Bandung menerapkan semangat Bushido dalam permainan ini.

Untuk diketahui, Bushido berarti “jalan prajurit” atau “jalan kesatria”, yaitu sebuah kode etik moral dan etika yang dianut oleh para samurai di Jepang feodal. Kode ini menekankan pada kesetiaan, kehormatan, keberanian, disiplin diri, kejujuran, dan rasa hormat.

Iping, dan tim Widyaiswara dari BBPPKS meminta seluruh pengurus IPSM Kota Bandung yang hadir dalam kegiatan ini yang berjumlah sebanyak 28 orang untuk membentuk lingkaran.

”Setiap orang lalu berhitung, lalu ingat nomornya. Jika disebutkan angka nol, semuanya membungkuk lalu teriakkan ‘haik’. Jika nomornya dipanggil, lalu teriakkan ‘haik’,”ujar dia sambil membungkuk layaknya orang Jepang.

Lalu, permainan pun dimulai. Penyebutan nomor dilakukan secara acak. Menurut Ipin, hal ini dilakukan untuk mengetes konsentrasi setiap peserta. Tapi, jika saat disebutkan sebuah nomor tapi yang membungkuk dan teriak ‘haik’ bukan orang yang seharunya, maka diterapkan sistem hukuman.

Ipin mejelaskan, bahwa secara alam bawah sadar, ada nilai-nilai dalam setiap organisasi yang muncul dalam permainan ini seperti orang yang menggunting dalam lipatan, ada yang ingin merebut job desk orang lain, hingga ada orang yang selalu diam dalam organisasi tapi merusak dari dalam.

Meski demikian, Ipin menyebut bahwa hal ini sangat bermanfaat bagi para pengurus IPSM untuk lebih mengkonsolidasikan para pengurus sebagai tim, termasuk mengefektifkan struktur dalam kepengurusan ini.

Meski ada hukuman dalam permainan ini, tapi hal tersebut yang menjadikan permainan ini menjadi tambah seru. Hampir seluruh peserta terlihat serius tapi santai bahkan cenderung terhibur dalam permainan ini.

Adu Argumen

Materi lainnya adalah pembuatan tiga kelompok yakni Fakir Miskin, Disabilitas dan Lansia Terlantar.

”Setiap tim silahkan membuat rangkaian program dari klipingan koran,”jelas Ipin.

Dalam materi ini, setiap tim terlihat serius merangkai konsep program berdasarkan klipingan koran. Terdapat koran Pikiran Rakyat, dan beberapa koran berbahasa Korea.

Setiap tim pun diminta untuk bisa mempresentasikan dan mempertahankan argumennya. Pasalnya, tim lainnya akan ‘membantai’ konsep yang dipresentasikan.

Saat itu, terjadi kegaduhan karena antar tim saling beradu argumen. Meski terlihat saling debat, tapi diselingi juga oleh tawa para peserta.

Menurut Sekretaris IPSM, Ahmad Faiz Alqodri, materi yang diberikan dalam kegiatan Peningkatan Kapasitas Pengurus IPSM Kota Bandung ini sangat bermanfaat.

”Materi yang disampaikan sangat menyenangkan dan saya lihat semua pengurus juga terlihat enjoy,”ungkap dia.

Baca juga : Jalan Braga Bandung: Sejarah, Kuliner, dan Pesona Klasiknya

Sedangkan Ketua IPSM Kota Bandung, Tulus Raharjo berharap materi yang diperoleh dalam kegiatan ini bisa diterapkan sehingga meningkatkan kinerja para pengurus dan PSM sehingga bisa lebih bermanfaat di lapangan.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kota Bandung, dr Yosa Sativa menilai bahwa kegiatan Peningkatan Kapasitas Pengurus IPSM ini merupakan upaya bounding, meningkatkan ikatan emosional antara Dinsos dengan IPSM Kota Bandung.

Jika ingin update tentang hal di sekitar bandung, selalu kunjungi website sekitarbandung.com

Related Post

Tinggalkan komentar