Jangan Normalisasikan Oversharing ke AI! Mengapa Begitu?

Sekitarbandung.com – Belakangan ini banyak orang meminta AI untuk membuat karikatur berdasarkan semua informasi yang pernah mereka ceritakan, yang memang terlihat menarik, tetapi perlu dipertanyakan

Dicky Wicaksono

Jangan Normalisasikan Oversharing ke AI! Mengapa Begitu?
Jangan Normalisasikan Oversharing ke AI! Mengapa Begitu? (Instagram/@diskominfojabar)

Sekitarbandung.com – Belakangan ini banyak orang meminta AI untuk membuat karikatur berdasarkan semua informasi yang pernah mereka ceritakan, yang memang terlihat menarik, tetapi perlu dipertanyakan kembali apakah hal tersebut benar-benar aman.

Tentu saja jawabannya tidak sepenuhnya aman karena data pribadi kita bisa dipertaruhkan di dalamnya, sehingga penting untuk memahami berbagai risiko yang mungkin muncul.

Privasi dan Biometrik Rawan Disalahgunakan
Wajah dapat digunakan untuk melatih AI, bahkan berisiko dimanfaatkan untuk pembuatan deepfake.

  • Informasi Pekerjaan Bisa Bocor
    Karikatur memang terlihat tidak berbahaya, tetapi data personal yang disertakan dapat dimanfaatkan untuk profiling digital.
  • Perlindungan Data Masih Abu-abu
    Data biometrik seharusnya dilindungi, namun dalam praktiknya masih sangat bergantung pada kebijakan masing-masing platform.
  • Data Bisa Disimpan dan Dipakai Ulang
    Data yang diunggah berpotensi dianalisis, disimpan, bahkan dimanfaatkan kembali tanpa disadari oleh penggunanya.

Baca Juga: Mulai 28 Maret 2026, Anak di Bawah Umur 16 Tahun Tidak Akan Memiliki Akun Media Sosial

Oleh karena itu, Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) melalui unggahan akun Instagram @diskominfojabar pada Sabtu (7/3/2026) mengimbau masyarakat agar sebelum mengikuti tren, sebaiknya memperhatikan beberapa hal berikut ini:

  • Jangan mengunggah wajah terlalu jelas atau menampilkan latar belakang kantor.
  • Hindari mencantumkan nama perusahaan, jabatan, proyek, lokasi, maupun detail klien.
  • Matikan fitur “improve the model” atau nonaktifkan fitur memory.

Imbauan ini disampaikan agar masyarakat lebih berhati-hati dalam membagikan data pribadi di ruang digital, terutama ketika mengikuti tren yang melibatkan teknologi AI.

Dengan memahami risiko yang ada, diharapkan masyarakat dapat tetap memanfaatkan teknologi secara bijak tanpa mengorbankan keamanan data pribadi.

Baca Juga: Dapat Hidayah dari Handphone Esia, Pernah Punya?

Related Post

Tinggalkan komentar