esan Kuat! Presiden Jokowi Gelorakan “Semangat Bandung” di KTT BRICS ke-15, Serukan Solidaritas Hadapi Krisis Global

Bandung, 24 Agustus 2023 – Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, kembali menghidupkan nilai-nilai luhur sejarah bangsa di panggung internasional. Dalam sesi BRICS-Africa Outreach and BRICS

Redaksi Sekitar Bandung

esan Kuat! Presiden Jokowi Gelorakan “Semangat Bandung” di KTT BRICS ke-15, Serukan Solidaritas Hadapi Krisis Global

Bandung, 24 Agustus 2023 – Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, kembali menghidupkan nilai-nilai luhur sejarah bangsa di panggung internasional. Dalam sesi BRICS-Africa Outreach and BRICS Plus Dialogue pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS ke-15 yang digelar di Sandton Convention Center, Johannesburg, Republik Afrika Selatan, Presiden Jokowi secara tegas menggaungkan kembali “Semangat Bandung” di hadapan para petinggi negara dunia. Seruan ini merupakan ajakan untuk memperkuat solidaritas, soliditas, dan kerja sama antarnegara berkembang dalam menghadapi berbagai tantangan krisis global.

“Semangat Bandung”: Relevansi Abadi dari Konferensi Asia Afrika Pertama

Kehadiran Presiden Jokowi di KTT BRICS ini didasari oleh keinginan untuk terus menghidupkan “spirit Bandung” yang, menurutnya, masih sangat relevan sampai saat ini. Semangat Bandung sendiri diisbatkan kepada peristiwa bersejarah pada tahun 1955, di mana Kota Bandung menjadi tuan rumah Konferensi Asia Afrika (KAA) pertama.

KAA kala itu dipelopori oleh para pemimpin bangsa-bangsa Asia dan Afrika, termasuk Presiden pertama RI, Ir. Soekarno. Dalam konferensi tersebut, Soekarno mengusung tema kesamaan nasib, rasa, dan semangat perjuangan dari keterjajahan oleh para imperialis, di hadapan para petinggi negara se-Asia Afrika. Semangat anti-kolonialisme, kemandirian, dan solidaritas antara negara-negara di dua benua tersebut menjadi fondasi kuat bagi Gerakan Non-Blok.

Kini, hampir tujuh dekade kemudian, Presiden Jokowi melihat bahwa esensi dari semangat tersebut masih sangat dibutuhkan. “Kehadiran saya di sini juga didasari keinginan untuk terus menghidupkan ‘spirit Bandung’ yang masih sangat relevan sampai saat ini, di mana solidaritas, soliditas, dan kerja sama antarnegara berkembang perlu terus diperkuat,” tegas Jokowi dihadapan para Presiden yang lain.

foto para kepala negara semua anggoata brics

Baca juga : Daftar Produk Halal UMKM Bandung yang Wajib Kamu Coba!

Tantangan Krisis Global: Perang, Krisis Pangan, dan Perubahan Iklim

Menurut Presiden Jokowi, relevansi Semangat Bandung untuk era sekarang sangatlah tinggi. Dunia tengah menghadapi serangkaian tantangan krisis global yang mengancam kehidupan umat manusia, dan untuk menghadapinya dibutuhkan kekompakan serta solidaritas antarnegara.

Presiden menyoroti tiga ancaman utama yang saat ini membayangi dunia:

  1. Perang dan Konflik: Jokowi melihat bahwa situasi dunia saat ini berada di tengah kondisi yang mengancam kehidupan umat manusia akibat perang dan konflik yang terus terjadi. “Perang dan konflik telah menyebabkan tragedi kemanusiaan,” kata Presiden, merujuk pada penderitaan jutaan orang akibat kekerasan bersenjata.
  2. Krisis Pangan: Selain konflik, krisis pangan juga menjadi ancaman serius. “Krisis pangan telah mengakibatkan puluhan juta orang jatuh miskin,” lanjut Presiden. Kondisi ini diperparah oleh gangguan rantai pasok global dan dampak perubahan iklim pada produksi pangan.
  3. Ancaman Perubahan Iklim: “Belum lagi, ancaman perubahan iklim yang mengintai umat manusia,” tandasnya. Perubahan iklim membawa dampak yang semakin nyata berupa kekeringan, banjir, badai ekstrem, dan naiknya permukaan air laut, yang mengancam keberlangsungan hidup di berbagai belahan dunia.

Ketiga tantangan ini saling terkait dan membutuhkan respons kolektif dari seluruh negara, terutama negara-negara berkembang yang seringkali paling terdampak.

Peran Indonesia dan BRICS dalam Mendorong Multilateralisme

Pidato Presiden Jokowi di KTT BRICS ke-15 ini tidak hanya sekadar seruan, tetapi juga menegaskan posisi Indonesia di panggung global. BRICS, sebagai blok yang terdiri dari Brasil, Rusia, India, Tiongkok, dan Afrika Selatan, merupakan representasi kekuatan ekonomi negara-negara berkembang dan ekonomi pasar yang sedang tumbuh. Kehadiran Indonesia dalam sesi “BRICS Plus Dialogue” menunjukkan minat negara ini untuk memperkuat kerja sama Selatan-Selatan dan membentuk tatanan dunia yang lebih multipolar.

Melalui pidatonya, Jokowi memposisikan Indonesia sebagai jembatan yang menghubungkan berbagai kepentingan negara berkembang dan ekonomi baru. Ini sejalan dengan politik luar negeri bebas aktif Indonesia yang menekankan pentingnya kerja sama multilateral dan solidaritas untuk menciptakan perdamaian dan kemakmuran dunia.

Seruan “Semangat Bandung” oleh Presiden Jokowi di forum BRICS adalah pengingat bahwa prinsip-prinsip persatuan, kemandirian, dan kerja sama yang digagas puluhan tahun lalu masih sangat relevan. Di tengah polarisasi dan tantangan global yang semakin kompleks, solidaritas antarnegara berkembang menjadi kunci untuk menghadapi krisis, memperjuangkan kepentingan bersama, dan membangun masa depan yang lebih adil dan damai bagi seluruh umat manusia.

Baca juga : Cara Kelola Stok Usaha Kecil Bandung Biar Gak Rugi!

Tags

Related Post

Tinggalkan komentar