sekitarbandung.com – Kadin Kabupaten Bandung dorong dapur MBG sebagai bagian dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menyasar anak sekolah dasar. Target besar telah dipasang: 50 dapur MBG berdiri di wilayah Kabupaten Bandung. Hingga awal September, 16 dapur sudah beroperasi dan melayani ribuan siswa setiap hari.
Target 50 Dapur untuk Anak Sehat
Ketua Kadin Kabupaten Bandung, Boni Anggara, menjelaskan bahwa target ini tidak hanya soal jumlah, tapi juga keberlanjutan manfaat.
“Program dapur MBG adalah investasi masa depan. Anak-anak bisa belajar lebih fokus dengan perut kenyang, sementara UMKM lokal ikut berkembang,” ungkap Boni, Minggu (7/9/2025).
Salah satu dapur terbaru berdiri di Pameungpeuk dan kini melayani 14 sekolah dengan kapasitas 3.500 porsi per hari. Dalam waktu dekat, satu dapur tambahan juga akan diresmikan di Baleendah.
Baca Juga: Galaxy Tab S11 Series: Tablet Tertipis Samsung dengan Prosesor 3nm dan Galaxy AI
Ekonomi Lokal Bergerak Bersama UMKM
Kadin menggandeng banyak pelaku usaha lokal melalui Kadin Hub. UMKM penyedia ayam, daging, dan sayuran kini terlibat dalam rantai pasok dapur MBG.
Boni menegaskan, efeknya nyata:
-
Petani sayuran punya pasar tetap.
-
Pedagang ayam dan daging dapat kepastian permintaan.
-
Lapangan kerja baru tercipta di bidang distribusi dan pengolahan pangan.
Keterlibatan UMKM ini membuktikan bahwa dapur MBG bukan hanya program sosial, melainkan juga motor penggerak ekonomi daerah.
Standar Higienis untuk Keamanan Anak
Kasus keracunan makanan di daerah lain membuat Kadin Kabupaten Bandung semakin tegas dalam menjaga kualitas.
“Semua dapur MBG wajib bersih. Peralatan dicuci berkala, bahan segar dipilih, dan ahli gizi harus mendampingi setiap proses masak. Dengan begitu, makanan aman sekaligus bergizi,” ujar Boni.
Langkah ini menjadi jaminan kepercayaan orang tua, bahwa MBG benar-benar aman dikonsumsi anak-anak sekolah.
Kemitraan Strategis dengan Pemerintah Daerah
Menurut Kadin, program ini adalah wujud kemitraan strategis dengan pemerintah daerah. Dengan melibatkan banyak sektor, manfaatnya berlipat ganda: anak-anak terbantu, UMKM bergerak, dan ekonomi lokal lebih stabil.
“Pembangunan ekonomi harus memberi efek berlapis. Kami ingin menjadi mitra pemerintah untuk memastikan program MBG berkelanjutan,” tambah Boni.
Dampak Nyata di Sekolah
Guru dan orang tua di Pameungpeuk merasakan perubahan positif. Anak-anak kini jarang jajan sembarangan karena setiap hari mereka mendapat makanan sehat.
Seorang guru menyebut, “Siswa lebih bersemangat belajar. Mereka tidak lagi mengeluh lapar di kelas, dan jam istirahat menjadi momen yang dinanti.”
Dengan target Kadin Kabupaten Bandung dorong dapur MBG hingga 50 titik, diharapkan tak ada lagi anak sekolah yang belajar dengan perut kosong. Program ini menjadi simbol kolaborasi antara dunia usaha, pemerintah daerah, dan masyarakat.
Untuk informasi terbaru seputar program gizi, UMKM, dan pembangunan di Bandung Raya, kunjungi Bappenas.go.id
Jika ingin update tentang hal di sekitar Bandung, selalu kunjungi website sekitarbandung.com

