Kamu Terjebak Doomscrolling? Yuk, Coba Deep Reading!

Sekitarbandung.com – Apakah kamu tahu apa itu doomscrolling? Singkatnya, kebiasaan tidak berhenti scrolling HP untuk mencari informasi negatif, terutama terkait krisis, bencana, atau berita buruk

Dicky Wicaksono

Kamu Terjebak Doomscrolling? Yuk, Coba Deep Reading! (Instagram/@humas_jabar)
Kamu Terjebak Doomscrolling? Yuk, Coba Deep Reading! (Instagram/@humas_jabar)

Sekitarbandung.com – Apakah kamu tahu apa itu doomscrolling? Singkatnya, kebiasaan tidak berhenti scrolling HP untuk mencari informasi negatif, terutama terkait krisis, bencana, atau berita buruk lainnya.

Di era bertebarannya video pendek dengan algoritma tidak terbatas ini, jari kita seakan tidak berhenti menggulir, dan otak pun terus dipaksa memproses berbagai informasi.

Berdasarkan data AAPJI, mayoritas pengguna internet di Indonesia pada 2025 menghabiskan waktu berselancar di dunia maya antara 4-6 jam per hari. Itulah mengapa jika doomscrolling sudah menjadi kebiasaan, kamu perlu mencari cara untuk mengatasinya.

Efek Doomscrolling

Terjebak doomscrolling sekilas terlihat biasa saja, padahal efeknya cukup serius karena dapat menyerang fisik dan mental.

  • Tingkat stres meningkat.
  • Memperburuk gangguan mental.
  • Menurunkan kualitas tidur.
  • Mengurangi aktivitas fisik.

Deep Reading Obati Doomscrolling

Ilmuwan kognitif dan pakar literasi mengungkapkan deep reading sebagai salah satu cara untuk mengatasi doomscrolling.

Deep reading (membaca mendalam) merupakan proses yang dilakukan secara sengaja untuk berinteraksi dengan informasi secara kritis, analitis, dan empatis.

Bukan sekadar membaca cepat atau memindai, tetapi ada upaya untuk mempertanyakan interpretasi serta menghubungkan berbagai perspektif yang berbeda.

Baca Juga: Waspada Penipuan Tiket Mudik dan Serangan Siber, Berikut Tips Menghindarinya!

Perbedaan Doomscrolling dan Deep Reading

Doomscrolling:

  • Cepat, adiktif, hampa.
  • FOMO, sensasional.
  • Mendorong impulsif.
  • Cemas dan sulit konsentrasi.
  • Waktu terasa berlalu cepat.

Deep Reading:

  • Lambat, disengaja, powerful.
  • Meningkatkan perhatian dan kesabaran.
  • Mempertajam pemikiran dan kreativitas.
  • Memperlambat laju pikiran dan mengurangi stres.
  • Waktu terasa lebih bermanfaat.

Langkah Memulai Deep Reading

Agar tubuh tidak kaget, perlu beralih secara perlahan dari doomscrolling ke deep reading dengan beberapa langkah berikut:

  • Sadari Keterbatasan Kita
    Sumber daya kognitif terbatas, sehingga perlu menyadari batas perhatian dan perlahan mengalihkannya.
  • Berhenti Sejenak
    Ambil jeda beberapa detik untuk menilai informasi secara sadar sebelum terus menggulir.
  • Mulai dari yang Kecil
    Mulailah dengan puisi atau cerpen sebelum beralih ke buku yang lebih panjang.
  • Cari Teman atau Komunitas Baca
    Membaca bersama atau mendiskusikan isi bacaan dapat membantu menjaga konsistensi.

Dengan membiasakan deep reading, kamu bisa melatih fokus, menenangkan pikiran, dan mengembalikan kendali atas waktu yang sebelumnya habis untuk scrolling tanpa arah.

Baca Juga: Bisa Jadi Bukan Fakta dan Tidak Benar, Yuk Kenali Congeniality Bias!

Related Post

Tinggalkan komentar