Sekitarbandung.com – Apakah kamu sudah tahu kalau tanda koma berfungsi untuk memisahkan anak kalimat yang mendahului induk kalimat?
Menurut EYD V, tanda koma juga dipakai setelah ungkapan penghubung antarkalimat, seperti “jadi” atau “oleh karena itu”, supaya alur pikiran dalam tulisan lebih jelas dan mudah dipahami.
Selain itu, tanda koma juga digunakan untuk memisahkan petikan langsung dari kalimat pengiring dan mengapit keterangan tambahan (aposisi).
Detail kecil inilah yang sering luput, padahal perannya besar untuk mencegah salah tafsir dalam sebuah kalimat.
Baca Juga: Kreatif! Anak-anak di Buleleng Ini Pamer Senam Kreasi di Depan Mendikdasmen
Apa lagi, ya, fungsi tanda koma? Simak penjelasannya berikut ini!
- Memisahkan unsur dalam perincian
Contoh: Telepon cerdas, komputer, Wi-Fi bukan barang mewah lagi. - Sebelum kata hubung pada kalimat majemuk pertentangan
Kata hubung: tetapi, sedangkan, melainkan, kendati, padahal, dsb.
Contoh: Saya ingin membeli kamera, tetapi tidak paham spesifikasinya. - Memisahkan anak kalimat yang mendahului induk kalimat
Contoh: Jika diundang, saya akan datang. - Tidak digunakan jika induk kalimat lebih dulu
Contoh: Saya akan datang jika diundang. - Sesudah ungkapan penghubung antarkalimat
Ungkapan penghubung: oleh karena itu, jadi, dengan demikian, dsb.
Contoh: Anak itu rajin. Jadi, dia berhasil meraih juara satu. - Sebelum dan/atau sesudah kata seru dan sapaan
Contoh: Wah, bukan main! - Memisahkan petikan langsung
Contoh: Kata nenek saya, “Berbagi itu mulia.” - Tidak digunakan jika petikan langsung diakhiri tanda tanya (?) atau tanda seru (!)
Contoh: “Di mana kamu tinggal?” tanya Pak Lurah. - Memisahkan bagian alamat, tanggal, dan nama tempat/daerah
Contoh: Surabaya, 10 Mei 1960 - Sesudah salam pembuka atau penutup surat
Contoh: Dengan hormat, Salam sejahtera, - Antara nama orang dan singkatan gelar akademis
Contoh: B. Ratulangi, S.E.B., Ratulangi, S.E.B., Ratulangi, S.E. - Sebelum angka desimal atau di antara rupiah dan sen
Contoh: 12,5 m, Rp500,50 - Mengapit keterangan tambahan/aposisi
Contoh: Soekarno, Presiden RI, pendiri Gerakan Nonblok. - Digunakan di belakang keterangan awal kalimat untuk menghindari salah pengertian
Contoh: Dalam pengembangan bahasa Indonesia, kita dapat …
Bagaimana? Apakah kamu sudah paham penggunaan tanda koma?
Saya ingin belajar bahasa Indonesia tetapi sering bingung dengan tanda baca.
Baca Juga: Sekolah Rakyat, Bukti Negara Hadir untuk Pendidikan Bermutu

