Sekitarbandung.com – Kegiatan pembelajaran pascabencana di daerah Sumatra dan sekitarnya telah dipastikan sebesar 100 persen kembali aktif sebagaimana mestinya.
Meski kembali aktif, baik yang kembali ke bangunan sekolah asal maupun tenda atau kelas darurat, upaya untuk memulihkan proses pembelajaran masih terus dilakukan.
Hingga Februari 2026, ribuan sekolah di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat telah kembali aktif, dengan data dari @kemendikdasmen sebagai berikut:
Aceh: 3.073 sekolah terdampak
- 3.001 di sekolah asal
- 52 di kelas darurat
- 20 menumpang
Sumatra Utara: 1.130 sekolah terdampak
- 1.104 di sekolah asal
- 26 di kelas darurat
Sumatra Barat: 649 sekolah terdampak
- 626 di sekolah asal
- 21 di kelas darurat
- 2 menumpang
Baca Juga: Kemendikdasmen Tuai Apresiasi dari DPR RI Atas Respons Cepat terhadap Pascabencana di Sumatra
Hingga bulan Februari 2026, Kemendikdasmen telah menyalurkan sejumlah bantuan penanggulangan bencana, yang di antaranya yaitu sebagai berikut:
- 33.000 paket School Kit
- 36.074 guru mendapatkan TKG Khusus Bencana
- 168 unit tenda
- 740 satuan dukungan psikososial
- 160 unit ruang kelas darurat
- 1.569 sekolah mendapatkan Dana Operasi Pendidikan Darurat
- 197.670 buku pembelajaran
- 746 sekolah siap menerima Program Revitalisasi Sekolah dengan anggaran lebih dari Rp866,5 miliar
Pemulihan pendidikan di wilayah terdampak diharapkan terus berjalan secara bertahap hingga seluruh siswa dapat kembali belajar dalam kondisi yang aman dan nyaman.
Pemerintah bersama berbagai pihak juga terus mendorong percepatan perbaikan sarana dan prasarana agar proses belajar mengajar dapat berlangsung lebih optimal.
Dengan dukungan berkelanjutan, diharapkan kualitas pembelajaran di daerah terdampak dapat segera pulih sepenuhnya dan kembali berjalan normal seperti sebelum bencana.
Baca Juga: Kreatif! Anak-anak di Buleleng Ini Pamer Senam Kreasi di Depan Mendikdasmen

