Kemacetan Bandung Disebut Akibat Sampah & Banjir

sekitarbandung.com – Kemacetan di Kota Bandung menjadi salah satu masalah yang selalu mendapat sorotan. Anggota DPRD Kota Bandung M. Bagja Jaya Wibawa menilai, persoalan kemacetan sebetulnya

Acsyara Aulia

Kemacetan Bandung Disebut Akibat Sampah & Banjir

sekitarbandung.com – Kemacetan di Kota Bandung menjadi salah satu masalah yang selalu mendapat sorotan.
Anggota DPRD Kota Bandung M. Bagja Jaya Wibawa menilai, persoalan kemacetan sebetulnya beririsan dengan masalah sampah dan juga banjir.

Dia menuturkan, Dinas Perhubungan Kota Bandung mesti berupaya membuat alur transportasi dan jalan raya sebaik mungkin agar tidak terjadi kemacetan.

“Saya rasa kemacetan yang paling parah itu ketika adanya banjir, gitu. Jadi, supaya tidak berulang-ulang, kita akan selesaikan dulu permasalahannya satu per satu. Mulai dari sampah, lalu banjir, dan nanti kemacetan,” kata Bagja di DPRD, belum lama ini.

Anggota DPRD Kota Bandung lainnya, Asep Robin, menilai, kemacetan merupa­kan risiko Bandung sebagai kota besar. Apalagi, Bandung merupakan ibu kota Provinsi Jawa Barat.

Dia mendorong Pemkot Bandung untuk membuat rekayasa lalu lintas. “Rekayasa jalur itu ada ilmunya, dan tidak ada alasan untuk satu kota ini menjadi kota termacet di dunia. Ini tidak ada alasan dan tidak boleh diam,” katanya.

Dia pun mengharapkan dari Pemerintah Kota Bandung melakukan upaya rekayasa jalan, sehingga kemacetann yang terjadi bisa terurai. Apalagi, menurutnya, kemacetan di Kota Bandung saat ini cuma terjadi pada jam-jam tertentu saja.

Sementara politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Iman Lestariyono memandang kemacetan jalan Kota Bandung tidak seperti kota-kota lainnya. Apalagi bila dibandingkan dengan Jakarta, Semarang, Surabaya, yang memiliki jalan lebar.

“Kota Bandung ini banyak tikungan. Nah, harapannya bagaimana kalau kita bisa membuat transportasi publiknya Bandung Raya, arti­nya meliputi Bandung, Kota Cimahi, KBB (Kabupaten Bandung Barat), dan juga kabupaten (Kabupaten Bandung). Nah, ini bagaimana juga balik lagi mengubah kebiasaan masyarakat dari kendaraan pribadi kepada kendaraan massal,” ujarnya.

Baca juga : Telkom Dukung Cijaura Kelola Sampah 300 Kg per Bulan

Menurut Ketua Komisi IV DPRD Kota Bandung itu, transportasi publik mesti menggunakan kendaraan yang disukai masyarakat. “Artinya, secara timing, dari setiap kendaraannya juga memang layak ditunggu,” kata Iman.

Jika ingin update tentang hal di sekitar bandung, selalu kunjungi website sekitarbandung.com

Related Post

Tinggalkan komentar