Kemiskinan Ekstrem Bandung Turun, Pemkab Klaim Stunting Ikut Menyusut

sekitarbandung.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung menegaskan keberhasilan mereka dalam menekan kemiskinan ekstrem Bandung sekaligus menurunkan angka stunting. Program lintas sektor berbasis data disebut menjadi

Aracely Azwa

Kemiskinan Ekstrem Bandung Turun, Pemkab Klaim Stunting Ikut Menyusut

sekitarbandung.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung menegaskan keberhasilan mereka dalam menekan kemiskinan ekstrem Bandung sekaligus menurunkan angka stunting. Program lintas sektor berbasis data disebut menjadi kunci dari capaian ini.

Kemiskinan Ekstrem Bandung Turun Drastis

Bupati Bandung Dadang Supriatna mengungkapkan, jumlah warga yang masih berada dalam kategori miskin ekstrem kini hanya sekitar 12 ribu jiwa. Angka ini menunjukkan tren positif dibanding tahun sebelumnya.

Di sisi lain, kasus stunting masih tercatat lebih dari 51 ribu anak. Meski demikian, penurunannya cukup tajam.

“Setiap program kami jalankan dengan data yang jelas, baik lokasi maupun daftar sasaran,” ujar Dadang, Selasa (19/8/2025).

Baca Juga: Kemendag Gagalkan 19.391 Ball Pakaian Bekas Ilegal di Bandung & Cimahi

Dukungan Anggaran dari Pusat Hingga Desa

Menurut Dadang, penanganan kemiskinan ekstrem Bandung tidak hanya dibebankan pada APBD Kabupaten Bandung. Dukungan datang dari pemerintah pusat, provinsi, hingga desa.

“Dengan anggaran berlapis, beban daerah lebih ringan dan hasilnya lebih efektif,” tambahnya.

Salah satu program pusat yang dinilai strategis adalah Makanan Bergizi Gratis (MBG). Skema ini pernah berhasil di India dan kini diadaptasi untuk mempercepat penurunan stunting di Bandung.

Indikator Pembangunan Daerah Menguat

Capaian pembangunan menunjukkan peningkatan:

  • Indeks Pembangunan Manusia (IPM): dari 74,03 (2023) menjadi 74,59 (2024).

  • Pertumbuhan ekonomi: dari 4,97% naik ke 5,04%.

  • Harapan hidup: meningkat dari 74,92 ke 75,23 tahun.

  • Rata-rata lama sekolah: 9,10 menjadi 9,15 tahun.

  • Pengangguran terbuka: turun dari 6,52% menjadi 6,36%.

Penurunan juga terjadi pada kemiskinan umum, dari 6,40% menjadi 6,19%. Sementara prevalensi stunting berhasil ditekan dari 29,2% ke 24,1%.

Peran Desa dan Program Tambahan

Untuk memperkuat program, Pemkab Bandung melibatkan kepala desa agar langsung mendampingi keluarga miskin ekstrem. Setiap desa diwajibkan fokus menangani minimal 10 kasus.

Selain itu, berbagai program tambahan juga digulirkan, seperti:

  • Bantuan sosial bagi keluarga miskin,

  • Beasiswa Besti untuk pelajar kurang mampu,

  • Renovasi rumah tidak layak huni (Rutilahu),

  • Pelatihan keterampilan kerja bagi masyarakat.

Dadang optimistis, strategi terpadu ini akan mempercepat target zero stunting dan penurunan kemiskinan ekstrem Bandung secara signifikan.

Salah satu rujukan data yang digunakan Pemkab Bandung adalah publikasi resmi Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat yang menampilkan angka kemiskinan dan indikator pembangunan daerah.

 Jika ingin update tentang hal di sekitar Bandung, selalu kunjungi website sekitarbandung.com

Related Post

Tinggalkan komentar