Kenali dan Cegah Stunting Demi Masa Depan Anak Kita yang Lebih Baik

Sekitarbandung.com – Stunting bukan hanya sekadar tentang tinggi badan, tetapi juga menyangkut tumbuh kembang dan masa depan anak. Stunting sendiri merupakan kondisi gagal tumbuh pada

Dicky Wicaksono

Kenali dan Cegah Stunting Demi Masa Depan Anak Kita yang Lebih Baik
Kenali dan Cegah Stunting Demi Masa Depan Anak Kita yang Lebih Baik

Sekitarbandung.com – Stunting bukan hanya sekadar tentang tinggi badan, tetapi juga menyangkut tumbuh kembang dan masa depan anak.

Stunting sendiri merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi kronis, terutama pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), sejak dalam kandungan hingga usia 2 tahun.

Anak stunting akan terlihat lebih pendek dibandingkan dengan anak-anak seusianya. Namun ingat, anak yang pendek belum tentu mengalami stunting.

Stunting bisa berdampak jangka panjang, yang di antaranya yaitu sebagai berikut:

  • Perkembangan otak terhambat.
  • Daya tahan tubuh lebih rendah.
  • Sulit fokus dan belajar optimal.
  • Risiko penyakit saat dewasa meningkat.

Inilah mengapa pencegahan penting dilakukan sedini mungkin.

Baca Juga: Anak Kurus = Stunting? Anak Aktif dan Lahap Makan Juga Belum Tentu Bebas Stunting!

Beberapa faktor utama pemicu stunting yang di antaranya yaitu sebagai berikut:

  • Gizi ibu hamil kurang baik.
  • Tidak mendapatkan ASI eksklusif.
  • MPASI kurang bergizi.
  • Sanitasi dan lingkungan kurang sehat.
  • Anak sering mengalami infeksi.

Oleh karena itu, Pemprov Jawa Barat melalui unggahan akun Instagram @humas_jabar pada Selasa (19/5/2026), mengajak masyarakat untuk mencegah stunting mulai dari sekarang dengan melakukan hal-hal berikut ini:

  • Penuhi gizi ibu hamil.
  • Minum tablet tambah darah rutin.
  • Berikan ASI eksklusif 6 bulan.
  • MPASI kaya akan protein hewani.
  • Rutin ke posyandu.
  • Jaga kebersihan lingkungan.

Hal tersebut dikarenakan tumbuh kembang anak yang optimal dimulai dari perhatian kita bersama.

Baca Juga: Cegah Stunting dan Obesitas pada Anak dengan Konsumsi Real Food

Related Post

Tinggalkan komentar