Sekitarbandung.com – Sailing Stones merupakan fenomena batu berukuran besar yang dapat berpindah tempat dengan sendirinya. Peristiwa ini terjadi di Death Valley.
Anehnya, tidak pernah ada saksi mata yang benar-benar melihat batu tersebut bergerak. Seolah-olah, batu itu “menunggu” kondisi sepi sebelum mulai berpindah.
Jejaknya terlihat jelas, berupa jalur panjang yang meliuk-liuk di belakang batu dengan berat mencapai ratusan kilogram.
Secara logika, batu seberat itu tidak mungkin bergerak di atas tanah tanpa meninggalkan jejak alat berat atau aktivitas manusia di sekitarnya.
Akibatnya, berbagai teori konspirasi bermunculan. Ada yang mengaitkannya dengan UFO, magnet bumi, hingga hal-hal mistis.
Baca Juga: Pakistan Jadi Penengah antara Amerika Serikat dan Iran, Ibarat Dua Musuh tetapi Punya Mutual Friend
Hingga akhirnya pada tahun 2014, misteri ini berhasil diungkap oleh tim ilmuwan. Richard Norris bersama tim dari Scripps Institution of Oceanography menemukan penjelasan ilmiahnya.
Mereka memasang GPS dan kamera time-lapse untuk menangkap momen pergerakan batu. Hasilnya, batu tersebut ternyata didorong oleh kombinasi es dan angin, dengan proses sebagai berikut:
- Hujan tipis di gurun membentuk genangan air yang kemudian membeku menjadi lapisan es tipis saat suhu turun pada malam hari.
- Ketika matahari terbit, lapisan es pecah menjadi kepingan kecil dan membuat permukaan gurun berubah menjadi lumpur yang sangat licin.
- Angin kemudian mendorong kepingan es tersebut secara perlahan. Tanpa hambatan, batu besar itu ikut “berselancar” di atas lumpur.
Sayangnya, fenomena alam unik ini kini terancam hilang akibat perubahan iklim. Suhu bumi yang semakin panas membuat pembentukan es tipis menjadi semakin jarang terjadi.
Baca Juga: 5 Aktor Hollywood yang Kariernya Hancur karena Satu Film Gagal

