sekitarbandung.com – Perayaan Kirab Budaya Bandung dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Provinsi Jawa Barat meninggalkan cerita menarik di balik meriahnya karnaval. Setelah ribuan warga tumpah ruah di sepanjang jalur kirab, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mengerahkan 100 petugas kebersihan untuk mengembalikan kondisi jalan agar tetap bersih, nyaman, dan terbebas dari bau.
Baca Juga: Kemendag Gagalkan 19.391 Ball Pakaian Bekas Ilegal di Bandung & Cimahi
Kemendag Gagalkan 19.391 Ball Pakaian Bekas Ilegal di Bandung & Cimahi
100 Petugas Turun ke Lapangan
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung, Darto, menjelaskan bahwa pembersihan jalur kirab dimulai sejak Selasa (19/8/2025) siang hingga malam hari. Total ada 100 petugas dan 5 truk sampah yang diturunkan khusus untuk menangani sisa sampah acara besar tersebut.
“Total sampah yang terangkut mencapai sekitar 14 meter kubik. Jenisnya didominasi bambu, triplek, serta material sisa jampana (usungan tradisional). Meski volumenya besar, bobotnya tidak terlalu signifikan,” ujar Darto.
Bau Kotoran Kuda Jadi Tantangan
Selain sampah, masalah utama yang dihadapi petugas adalah bau menyengat dari kotoran kuda yang ikut dalam arak-arakan. Bau tercium cukup kuat mulai dari kawasan Kantor DPRD Jawa Barat hingga pintu keluar Hotel Pullman.
“Fisik kotorannya memang cepat dibersihkan, tapi baunya menyebar cukup kuat. Ini pengalaman baru bagi petugas kami,” tambah Darto.
Untuk mengatasinya, DLH bekerja sama dengan Dinas Kebakaran (Diskar PB), Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM), serta tim pemadam kebakaran. Mereka menyiram jalur dengan air bersih, lalu menyemprotkan minyak sereh agar aroma menyengat bisa hilang.
“Sekitar pukul 09.15, bau berhasil diatasi. Jalur kini bersih dan hanya menyisakan aroma minyak sereh,” jelasnya.
Koordinasi Lintas Instansi
Pembersihan jalur Kirab Budaya Bandung tidak hanya dilakukan oleh DLH Kota Bandung. Tim dari PUPR Provinsi Jawa Barat juga ikut menyisir jalur konvoi. Koordinasi lintas instansi ini membuat proses pembersihan berjalan lebih cepat dan efektif.
“Alhamdulillah, berkat kerja sama tim di lapangan, jalur utama pusat kota Bandung kini kembali nyaman digunakan warga,” kata Darto.
Kirab Budaya Bandung Jadi Magnet Wisata
Kirab Budaya yang digelar setiap tahun memang selalu menyedot perhatian wisatawan. Tahun ini, ribuan warga dan turis hadir menyaksikan parade seni budaya, arak-arakan jampana, hingga atraksi kuda.
Acara ini bukan hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga sarana promosi wisata dan budaya Jawa Barat. Menurut catatan Pemprov Jawa Barat, kirab budaya rutin menjadi salah satu kegiatan unggulan dalam rangkaian HUT Jabar.
“Kirab Budaya Bandung menjadi wujud rasa syukur sekaligus pengingat bahwa budaya lokal harus dijaga. Antusiasme masyarakat tahun ini sangat tinggi,” ungkap salah satu panitia kegiatan.
Dampak Positif Bagi Ekonomi Warga
Selain aspek budaya, kirab juga memberi dampak positif pada perekonomian lokal. Pedagang makanan, minuman, hingga souvenir kebanjiran pembeli. Sejumlah hotel di sekitar jalur kirab melaporkan peningkatan okupansi hingga 90 persen.
Bagi Pemkot Bandung, momentum ini sekaligus jadi pengingat pentingnya manajemen sampah dalam event besar. “Kami ingin menunjukkan bahwa Bandung bisa tetap bersih meski menjadi tuan rumah acara besar,” ucap Darto.
Ajakan untuk Warga
DLH Kota Bandung mengimbau masyarakat agar ikut serta menjaga kebersihan saat menghadiri acara serupa di masa depan. “Kebersihan adalah tanggung jawab bersama. Kami berharap warga membawa kantong sampah pribadi dan tidak membuang sampah sembarangan,” katanya.
Dengan kerja sama pemerintah dan masyarakat, Bandung bisa tetap nyaman sebagai kota wisata dan budaya.
Perayaan Kirab Budaya Bandung tahun ini memang meninggalkan banyak cerita, mulai dari meriahnya parade hingga tantangan membersihkan sisa acara. Namun, berkat sinergi pemerintah kota, provinsi, dan masyarakat, jalur kirab kini kembali bersih dan wangi.
Jika ingin update tentang hal di sekitar Bandung, selalu kunjungi website sekitarbandung.com

