Kolam Retensi Bandung Baru Capai 15 Unit, Pemkot Percepat Pembangunan untuk Atasi Banjir

sekitarbandung.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung terus berupaya mengatasi persoalan banjir yang kerap melanda sejumlah wilayah, terutama saat musim hujan. Salah satu langkah strategis yang

Aracely Azwa

Kolam Retensi Bandung

sekitarbandung.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung terus berupaya mengatasi persoalan banjir yang kerap melanda sejumlah wilayah, terutama saat musim hujan. Salah satu langkah strategis yang tengah dijalankan adalah pembangunan Kolam Retensi Bandung sebagai bagian dari program pengendalian banjir jangka panjang.

Wakil Wali Kota Bandung, Erwin, menjelaskan bahwa hingga Agustus 2025 jumlah kolam retensi yang telah terbangun baru mencapai 15 unit dari target 30 kolam retensi. Pihaknya menargetkan penambahan secara bertahap hingga tahun 2026, dengan estimasi anggaran sekitar Rp10 hingga Rp12 miliar untuk pembangunan tambahan.

“Kita memerlukan 30 kolam retensi untuk penanganan banjir. Saat ini baru ada 15, terbentur anggaran,” ujar Erwin di Jl. RAA Martanegara, Kota Bandung, Rabu (13/8/2025).

Baca Juga: Bandung Barat Anti Korupsi, Jeje Ritchie Tegaskan Integritas Pemerintahan Bersih

Fungsi dan Pentingnya Kolam Retensi Bandung

Kolam retensi berfungsi menampung sementara limpasan air hujan sebelum dialirkan ke sungai atau saluran pembuangan. Dengan adanya kolam retensi, potensi banjir dapat ditekan, terutama di wilayah padat penduduk dan titik rawan genangan.

Menurut Erwin, pembangunan kolam retensi adalah salah satu solusi paling efektif karena dapat mengatur aliran air secara bertahap. Hal ini penting mengingat Kota Bandung memiliki topografi cekungan yang membuat air mudah terkumpul ketika curah hujan tinggi.

Upaya Lain Penanggulangan Banjir

Selain menambah kolam retensi, Pemkot Bandung juga melakukan berbagai langkah pendukung, di antaranya:

  • Penempatan mesin pompa air di titik rawan banjir.

  • Pembangunan pusat reboisasi di wilayah perbatasan kota yang sebelumnya dijadikan kawasan perumahan.

  • Optimalisasi Ruang Terbuka Hijau (RTH) untuk menyerap air hujan secara alami.

Langkah-langkah ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada sistem drainase lama yang saat ini sudah tidak memadai.

Peran Aktif Masyarakat

Erwin menegaskan bahwa peran masyarakat juga sangat penting dalam menjaga efektivitas kolam retensi dan infrastruktur pengendalian banjir lainnya. Masyarakat diimbau untuk melaporkan jika menemukan saluran air yang tersumbat atau sungai yang mengalami kerusakan tebing.

“Lurah dan camat sudah diarahkan untuk memeriksa seluruh sungai. Jangan sampai terjadi longsor atau kerusakan sebelum kita sempat melakukan pencegahan,” tegasnya.

Selain itu, masyarakat diharapkan tidak membuang sampah ke sungai atau saluran air, karena kebiasaan ini menjadi salah satu penyebab utama tersumbatnya aliran air.

Target dan Harapan ke Depan

Dengan 15 kolam retensi yang sudah beroperasi, Pemkot Bandung berencana menuntaskan pembangunan sisanya dalam dua tahun ke depan. Keberhasilan program ini diharapkan dapat mengurangi titik genangan secara signifikan, sekaligus meningkatkan kualitas lingkungan perkotaan.

Program kolam retensi ini sejalan dengan komitmen Bandung sebagai kota yang berwawasan lingkungan dan berketahanan iklim. Jika target 30 kolam retensi tercapai, maka kapasitas tampung air hujan di Bandung akan meningkat secara signifikan, sehingga risiko banjir bisa diminimalkan.

Lihat informasi resmi di situs Pemkot Bandung

Jika ingin update tentang hal di sekitar Bandung, selalu kunjungi sekitarbandung.com.

Related Post

Tinggalkan komentar