sekitarbandung.com – Keracunan Massal MBG Bandung Barat yang menimpa ratusan siswa di Kecamatan Cisarua kini menunjukkan perkembangan positif. Dinas Kesehatan menyebut sebagian besar korban sudah pulih.
Peristiwa ini terjadi di dapur penyedia makanan SPPG Panyandaan, Desa Jambudipa, Kecamatan Cisarua, Bandung Barat, pada Selasa (14/10/2025). Pemerintah daerah bergerak cepat memberikan penanganan medis dan memastikan seluruh korban mendapatkan perawatan intensif.
Penanganan Intensif Sejak Hari Pertama
Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail menegaskan, sejak hari pertama insiden terjadi, pihaknya langsung mengerahkan seluruh sumber daya kesehatan untuk menangani para siswa yang menjadi korban.
“Angka kesembuhan para siswa menunjukkan perkembangan yang baik. Hingga pagi ini, hanya tersisa 50 siswa yang masih menjalani perawatan di fasilitas kesehatan,” ujar Jeje, Kamis (16/10/2025).
Jeje memastikan seluruh korban mendapatkan perawatan di beberapa fasilitas kesehatan rujukan, seperti RSUD Lembang, RSJ Cisarua, RS Dustira Cimahi, Klinik Advent, dan Puskesmas DTP Jayagiri.
“Semoga seluruh pasien dapat segera pulih dan kembali beraktivitas seperti biasa,” lanjutnya.
Baca Juga: Fraksi PKS DPRD Kota Bandung Dorong Empat Raperda Fokus pada Aspek Strategis dan Teknis
Evaluasi Menyeluruh Program MBG
Pemerintah Kabupaten Bandung Barat kini tengah melakukan evaluasi mendalam terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurut Jeje, program tersebut memiliki tujuan mulia untuk meningkatkan gizi dan kesehatan pelajar, tetapi membutuhkan pengawasan ketat agar tidak menimbulkan dampak negatif.
“Program MBG ini sebenarnya sangat baik, namun jika tidak dievaluasi dan diawasi dengan tepat, kejadian serupa bisa saja terulang,” jelas Jeje.
Pihaknya memastikan evaluasi dilakukan menyeluruh, mulai dari proses pengadaan bahan makanan, penyimpanan, distribusi, hingga penyajian di sekolah.
Koordinasi dengan Badan Gizi Nasional
Dalam rangka memperkuat pengawasan, Pemkab Bandung Barat juga bekerja sama dengan Badan Gizi Nasional (BGN). BGN disebut telah menginstruksikan seluruh pemerintah daerah dan kota untuk membentuk Satuan Tugas (Satgas) Pengawasan Program MBG di setiap wilayah.
“BGN sudah menginstruksikan agar dibentuk satgas di setiap Pemda dan Pemkot di seluruh provinsi. Evaluasi harus lebih ketat agar program MBG yang baik ini tidak memberikan efek buruk di lapangan,” tegas Jeje.
Posko Darurat Ditutup, Siswa Kembali Belajar
Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) KBB, Dadang A. Sapardan, menyampaikan bahwa posko darurat di SMPN 1 Cisarua telah resmi ditutup. Keputusan ini diambil setelah kondisi seluruh korban menunjukkan perbaikan yang signifikan.
“Korban yang sebelumnya mendapatkan perawatan di SMPN 1 Cisarua sudah dipindahkan ke Puskesmas Cisarua. Saat ini kondisi mereka semakin membaik,” kata Dadang.
Ia menambahkan, kegiatan belajar mengajar kembali berjalan normal bagi siswa yang tidak terdampak keracunan, sedangkan siswa yang masih dalam pemulihan diperkenankan beristirahat di rumah hingga benar-benar sembuh.
“Besok sekolah sudah kembali normal. Bagi siswa yang belum pulih sepenuhnya, kami izinkan untuk beristirahat terlebih dahulu,” jelasnya.
Respons Cepat dari Pihak Sekolah dan Masyarakat
Pihak sekolah dan orang tua siswa juga turut memberikan apresiasi kepada pemerintah daerah atas penanganan cepat terhadap kasus keracunan massal MBG Bandung Barat. Warga berharap hasil evaluasi nanti benar-benar menghasilkan sistem baru yang lebih aman dan higienis.
Beberapa guru dan komite sekolah pun mulai aktif mengedukasi siswa mengenai pola makan sehat dan higienitas makanan agar kasus serupa dapat dihindari ke depan.
Program MBG Akan Diperketat dan Diperbaiki
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan inisiatif pemerintah pusat yang dijalankan oleh pemerintah daerah untuk meningkatkan gizi pelajar. Namun, kejadian di Bandung Barat menjadi perhatian nasional karena munculnya beberapa kasus serupa dalam waktu berdekatan.
Jeje Ritchie memastikan program MBG tidak akan dihentikan, tetapi akan diperketat dengan pengawasan langsung dari dinas kesehatan, dinas pendidikan, serta BGN. Pemkab Bandung Barat juga akan menggelar pelatihan keamanan pangan bagi seluruh pengelola dapur sekolah.
“Kami ingin memastikan setiap siswa mendapatkan makanan bergizi yang aman dan layak konsumsi. Program ini harus tetap berjalan, tapi dengan sistem yang lebih ketat,” tegas Jeje.
Evaluasi dan Transparansi Publik Jadi Kunci
Kasus keracunan massal MBG di Bandung Barat menjadi momentum penting bagi seluruh pihak untuk memperkuat pengawasan, transparansi, dan kolaborasi antarinstansi. Pemerintah daerah berharap masyarakat tetap mendukung program ini dengan pengawasan bersama.
Untuk informasi resmi terkait hasil evaluasi program MBG dan kebijakan baru dalam penyaluran makanan bergizi bagi pelajar, masyarakat dapat mengakses situs resmi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia memantau perkembangan kebijakan daerah melalui Portal Pemerintah Kabupaten Bandung Barat.
Langkah sinergis ini diharapkan mampu mewujudkan Bandung Barat yang sehat, cerdas, dan bebas dari kasus keracunan makanan di masa depan.
Jika ingin update tentang hal di sekitar bandung, selalu kunjungi website sekitarbandung.com

