sekitarbandung.com – Destinasi wisata di Pangandaran, Jawa Barat memang sangat lengkap. Mulai dari wisata pantai, wisata alam yang menyuguhkan petualangan arung jeram di sungai, hingga konservasi seperti cagar alam semua tersedia.
Untuk akomodasi, di Pangandaran terdapat hotel dari mulai yang berbintang dengan tarif mahal hingga penginapan atau sekelas losmen atau rumah penduduk yang bisa disewa dengan tarif murah.
Ditambah dengan aneka macam kuliner lezat mulai dari seafood hingga makanan tradisional yang bisa dinikmati di Pangandaran, banyak membuat orang selalu ingin datang dan datang lagi ke sana.
Hanya sayangnya, ada satu hambatan yang selama ini belum terpecahkan jika bermaksud berkunjung ke Panganadaran. Yakni kendala transfortasi yang kerap dihadang oleh kemacetan di perjalanan.
Di jalur jalan raya Nasional Bandung-Tasikmalaya baik yang lewat Garut maupun Limbangan, memang terdapat simpul-simpul kemacetan seperti Rancaekek, Nagrek, Kadungora, Leles, Limbangan, Malangbong, Gentong.
Terlebih di hari libur nasional seperti Natal dan Tahun Baru serta Lebaran, kemacetan itu bisa berlangsung berjam-jam yang membuat bosan dan melelahkan.
Persingkat Waktu Tempuh
Beruntung, pemerintah pusat melalui Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menargetkan jalan Tol Gedebage-Tasikmalaya-Cilacap ini bakal mulai dibangun tahun 2026.
“Tahun ini rencana ada empat (proyek jalan tol). Sentul Selatan-Karawang Barat, terus di Bali, terus Gedebage-Tasik, dan Pejagan-
Cilacap, cuma semua memang masih proses due diligence (pemeriksaan dan analisis menyeluruh) ya,” kata Dody Hanggodo di Jakarta, dikutip dari Antara, Kamis 6 November 2025.
Dia menegaskan, proyek Tol Getaci dijamin tidak akan mangkrak, tetap berjalan sesuai rencana meski menghadapi sejumlah kendala, terutama dalam hal proses pembebasan lahan.
“Proses biasa aja, nggak ada masalah tapi biasanya sih urusan di lahan. Targetnya sih kalau bisa 2026, ya pasti 2026 lah, nggak
mungkin nggak lah. Tapi semua kan ada prosesnya ya,” ujarnya.
Sementara itu, dikutip dari bappeda.jabarprov.go.id, Tol Getaci ditargetkan sudah bisa beroperasi di tahun 2029. Namun prioritas hanya untuk Tahap 1 yakni segmen Gedebage-Tasikmalaya (90 km) terlebih dahulu, baru kemudian dilanjut ke Cilacap.
“Pembangunan Tol Getaci (sampai Tasikmalaya) masuk dalam daftar 19 proyek KPBU (Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha) yang dilelang Pemerintah Pusat mulai 2026 dan ditargetkan beroperasi pada 2029,” tulis Bappeda Jabar.
Dengan mulai beroperasinya Tol Getaci di Tahun 2029, maka hambatan kemacetan dan lamanya waktu tempuh di perjalanan pun bisa teratasi.
Dalam waktu normal, jarak Jakarta-Pangandaran yang jauhnya sekitar 330 km dan Bandung-Pangandaran 170 km, masing-masing mmbutuhkan waktu tempuh 8-9 jam dan 7-8 jam.
Dengan adanya jalan Tol Getaci, maka waktu tempuh Jakarta-Pangandaran bisa ditekan menjadi sangat singkat hanya perlu 4 jam dan Bandung-Pangandaran hanya 2 jam saja.
Simulasinya, adalah undang-undang lalu-lintas yang menyebutkan bahwa batas kecepatan berkendara di jalan tol adalah minimal 60 km per jam dan maksimal 100 km per jam.
Jika mengambil rata-rata 90 km per jam saja, maka Jakarta-Pangandaran yang berjarak 330 km bisa ditempuh dalam 4 jam dan Bandung-Pangandaran (170 km) 2 jam.
Baca juga : Live Selangor vs Persib: Penentu Lolos ke 16 Besar!
Keluar Gerbang Tol Patimuan
Lalu ke luar melalui pintu tol atau gerbang tol mana jika ke Pangandaran melalui jalan Tol Getaci? Dalam masterplan disebutkan, Tol Getaci akan memiliki 10 Simpang Susun (SS) atau gerbang tol.
Kesepuluh gerbang tol itu yakni; SS Majalaya, SS Nagreg, SS Garut Utara, SS Garut Selatan, SS Singaparna Kab. Tasikmalaya, SS Kawalu Kota Tasikmalaya, SS Ciamis, SS Banjar, SS Patimuan, dan SS Cilacap.
Bagi yang betujuan menuju tempat wisata Pangandaran, maka harus keluar melalui Gerbang Tol Patimuan yang terkoneksi langsung ke jalan raya nasional menuju Pangandaran.
Jika ingin update tentang hal di sekitar bandung, selalu kunjungi website sekitarbandung.com

