sekitarbandung.com – Pemerintah Kota Bandung melalui Dinas Arsip dan Perpustakaan (Disarpus) terus memperluas program Literasi Modern Bandung agar lebih dekat dengan generasi muda dan pelaku usaha. Langkah ini dilakukan dengan menggabungkan unsur budaya, teknologi, dan kreativitas agar kegiatan literasi tak lagi dianggap membosankan.
Kepala Disarpus Kota Bandung, Dewi Kenny Kaniasari, menegaskan bahwa literasi saat ini tidak hanya berkaitan dengan membaca dan menulis. Menurutnya, literasi modern harus adaptif terhadap perubahan zaman dan bisa hadir dalam berbagai bentuk edukatif yang menarik.
“Literasi itu tak sebatas buku. Bisa dalam bentuk visual, permainan edukasi, hingga eksplorasi teknologi. Tujuannya tetap sama, menumbuhkan rasa ingin tahu dan kemampuan berpikir kritis,” ujar Kenny, Jumat (7/11/2025).
Pameran Sejarah dan Literasi Digital Jadi Daya Tarik Baru
Salah satu langkah nyata dari gerakan Literasi Modern Bandung adalah pameran bertema Milestone Bandung di Museum Kota Bandung, Jalan Aceh. Pameran ini menampilkan perjalanan sejarah kota dalam format digital interaktif, sehingga menarik minat pelajar yang tumbuh di era visual.
Selain itu, Disarpus juga memperkenalkan literasi sejarah kemiliteran melalui kunjungan ke Museum Kavaleri di Bandung. Ratusan pelajar SD dan SMP diajak memahami sejarah pasukan berkuda yang pernah berjaya di kota ini.
Baca Juga: Pemkot Bandung Segel Bangunan di Jalan Bengawan, Penyewa Menunggak Sejak 2004
Literasi Teknologi dan Kewirausahaan Jadi Fokus 2026
Untuk memperluas dampak, program literasi kini diperluas ke dunia teknologi dan bisnis. Disarpus berkolaborasi dengan PT Dirgantara Indonesia (PTDI) dalam menghadirkan program edutainment yang memperkenalkan dunia dirgantara kepada siswa sekolah dasar dan menengah.
“Anak-anak sekarang lebih suka konten visual dan interaktif. Jadi pendekatan kami dibuat fun, seperti belajar lewat media sosial, video, dan kunjungan langsung,” kata Kenny.
Selain anak-anak, program literasi kewirausahaan juga tengah disiapkan di Braga City Walk. Kegiatan ini ditujukan untuk pelaku UMKM Bandung agar memahami literasi finansial, digital marketing, dan manajemen usaha dengan pendekatan praktis.
Kolaborasi untuk Akses Literasi Lebih Luas
Untuk memastikan program ini menjangkau semua lapisan masyarakat, Disarpus tetap mengoperasikan mobil perpustakaan keliling yang hadir di sekolah, alun-alun, dan ruang publik setiap pekan. Program ini bekerja sama dengan Ikatan Penerbit Indonesia Jawa Barat, Ikatan Pengusaha Reklame, serta beberapa media lokal.
Gerakan Literasi Modern Bandung juga diarahkan agar lebih adaptif di tahun 2026, dengan menghadirkan teknologi berbasis AI dan ruang baca digital di berbagai titik kota.
Harapan Menuju Kota Literasi Digital
Kenny berharap, literasi modern tidak hanya menjadi kegiatan sesaat, tetapi gaya hidup warga Bandung dalam mengakses pengetahuan.
“Harapan kami, Bandung bukan hanya kota kreatif, tapi juga kota literasi digital yang inklusif,” ujarnya.
Sebagai kota dengan identitas budaya dan teknologi yang kuat, Bandung terus berupaya memperluas akses informasi dan membangun generasi pembelajar seumur hidup.
Jika ingin update tentang hal di sekitar Bandung, selalu kunjungi website sekitarbandung.com

