Local Media Summit 2025 Tunjukkan Harapan Baru untuk Media Lokal di Era AI

sekitarbandung.com – Gelombang perubahan digital tak lagi bisa dihindari oleh media di Indonesia. Menjawab tantangan tersebut, Local Media Summit (LMS) 2025 hadir di Jakarta sebagai ruang

Aracely Azwa

Local Media Summit 2025

sekitarbandung.com – Gelombang perubahan digital tak lagi bisa dihindari oleh media di Indonesia. Menjawab tantangan tersebut, Local Media Summit (LMS) 2025 hadir di Jakarta sebagai ruang pertemuan ide dan kolaborasi bagi para pelaku media lokal dari berbagai penjuru Nusantara.

Digelar selama dua hari di JW Marriott Hotel, Mega Kuningan, Jakarta, forum ini mengangkat tema Unlocking Local Capital – Building Sustainable Media Market in Indonesia. Acara tahunan ini diinisiasi oleh Suara.com dan menghadirkan lebih dari 100 media lokal serta 30 pembicara dari dalam dan luar negeri.

Media Lokal Hadapi Tekanan Besar

Pemimpin Redaksi Suara.com, Suwarjono, membuka acara dengan pesan penuh semangat. Ia mengakui bahwa tahun 2025 menjadi masa paling menantang bagi industri media lokal.

Menurutnya, tekanan datang dari berbagai arah—mulai dari menurunnya anggaran, perubahan pola konsumsi berita, hingga disrupsi teknologi yang membuat media harus berpacu dengan algoritma.

“Situasi sekarang memang berat, tapi justru di sinilah pentingnya kolaborasi. Media lokal harus menemukan model baru agar bisa terus hidup dan relevan,” ujar Suwarjono.

Baca Juga: Penilaian TNI Berdasar Prestasi, Bukan Senioritas: Pesan Tegas Presiden Prabowo di HUT ke-80 TNI

Peran AI di Dunia Jurnalisme

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, menjadi salah satu pembicara yang menarik perhatian. Ia menyoroti penggunaan Kecerdasan Buatan (AI) di dunia media yang kini semakin meluas.

Dari data global, sekitar 31 persen industri media sudah menggunakan AI dalam proses kerja redaksional. Namun, Nezar menegaskan, AI sebaiknya tidak menggantikan peran jurnalis, melainkan memperkuatnya.

“AI bisa mempercepat produksi berita, tapi tetap dibutuhkan jurnalisme kritis dan etika profesional. Tanpa itu, media akan kehilangan arah,” ujarnya.

Nezar juga menyampaikan bahwa pemerintah tengah menyusun peta jalan AI nasional serta kebijakan keamanan data agar teknologi ini bisa dimanfaatkan secara bertanggung jawab.
Baca lebih lanjut tentang kebijakan digital nasional di Kominfo.go.id.

Tantangan dan Harapan Media Lokal

Ketua Komisi Hukum dan Perundang-Undangan Dewan Pers, Abdul Manan, menilai bahwa persoalan utama media lokal masih sama: model bisnis yang rapuh.

“Media menjual informasi, tapi nilai jualnya bergantung pada kepercayaan publik. Kalau medianya tak mandiri, kredibilitasnya juga terancam,” ucapnya.

Abdul berharap melalui forum seperti LMS, para pelaku media bisa menemukan solusi bersama dan membangun sistem bisnis yang berkelanjutan.

Sebagai pembanding, Truls Loke Desbans dari Kedutaan Besar Norwegia di Jakarta menuturkan bahwa media di negaranya mendapat dukungan pemerintah tanpa kehilangan independensi. Ia optimistis Indonesia dapat mencapai hal serupa jika ada sinergi antara pemerintah, media, dan masyarakat.

Pergeseran Tren dan Kekuatan Digital

Penelitian terbaru dari Universitas Multimedia Nusantara (UMN) bersama Wavemaker Indonesia menunjukkan perubahan besar di dunia iklan. Setelah pandemi, minat terhadap iklan televisi turun 20 persen per tahun, sementara digital ads dan influencer marketing justru naik pesat.

“Sekarang kompetisi bukan hanya soal siapa paling cepat, tapi siapa paling kreatif dan punya ide orisinal,” ujar Vidya Candra Apriawan, Partner Client Leadership Wavemaker.

Hasil survei juga menunjukkan generasi muda, terutama Gen Z, lebih menyukai berita berbentuk pendek, visual, dan interaktif, namun tetap menginginkan sumber yang kredibel.

Inovasi Media Berbasis Perempuan

Salah satu sesi yang paling menarik datang dari Devi Asmarani, Co-founder Magdalene.co. Ia memperkenalkan Women News Network (WNN), aliansi media perempuan di tujuh provinsi Indonesia.

Devi menjelaskan bahwa WNN dibentuk untuk memperkuat peran perempuan dalam jurnalisme dan menciptakan ruang pemberitaan yang lebih inklusif.

“WNN lahir dari semangat solidaritas. Kami ingin memastikan perempuan punya ruang untuk berkarya dan bersuara,” kata Devi.

Selain itu, DigitalMama.id juga meluncurkan program Digital Queen, pelatihan literasi digital bagi perempuan di daerah, termasuk di Cililin, Kabupaten Bandung Barat. Program ini telah membantu puluhan ibu rumah tangga mengembangkan bisnis lokal berbasis digital.

BBC Media Action dan Kolaborasi untuk Lingkungan

Salah satu kolaborasi global yang diangkat di LMS 2025 datang dari BBC Media Action Indonesia dengan program bertajuk Aksi Kita Indonesia.

Program ini menyasar generasi muda untuk lebih peduli terhadap isu lingkungan dengan pendekatan kreatif, seperti mengaitkan tema lingkungan dengan film, musik, hingga tren pop culture.

“Kami ingin isu serius terasa dekat dan relevan. Misalnya, membicarakan hutan lewat film horor atau konser musik,” jelas Jimmi Silitonga, Head of Production BBC Indonesia.

Pendekatan serupa bisa ditemukan dalam proyek global BBC lainnya di BBC Media Action.

Masa Depan Media Lokal di Tangan Kolaborasi

Acara yang diikuti ratusan peserta ini tidak hanya berisi diskusi, tetapi juga coaching clinic, networking session, dan Gala Dinner yang mempertemukan media lokal dengan mitra bisnis potensial.

Melalui forum ini, para jurnalis, editor, dan penggiat media diajak untuk berani bertransformasi menuju jurnalisme yang adaptif dan berkelanjutan.

“Kita tidak sedang bersaing, tapi bersama membangun masa depan media Indonesia,” ujar Suwarjono menutup sesi hari pertama.

Panduan etika jurnalistik bisa kamu pelajari di Dewanpers.or.id.

Jika ingin update tentang hal di sekitar bandung, selalu kunjungi website sekitarbandung.com

Related Post

Tinggalkan komentar