Longsor Ancam Permukiman di Cisarua Bandung Barat, Warga Mulai Mengungsi

sekitarbandungcom – Ancaman longsor susulan membayangi permukiman di Kampung Cisarua Hilir, Desa Sadangmekar, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Setelah tebing di kawasan tersebut

rizal habibi

Longsor Ancam Permukiman di Cisarua Bandung Barat, Warga Mulai Mengungsi
sekitarbandungcom - Ancaman longsor susulan membayangi permukiman di Kampung Cisarua Hilir, Desa Sadangmekar, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.

sekitarbandungcom – Ancaman longsor susulan membayangi permukiman di Kampung Cisarua Hilir, Desa Sadangmekar, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.

Setelah tebing di kawasan tersebut longsor pada Selasa malam, 27 Oktober 2026, sejumlah rumah berada dalam kondisi berisiko.

Warga diminta meningkatkan kewaspadaan dan menjauhi lokasi apabila situasi memburuk.

Ancaman Longsor di Permukiman Cisarua Bandung Barat

Berdasarkan asesmen Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung Barat yang diberitakan pada Kamis, 29 Oktober 2026, sedikitnya 10 rumah yang dihuni 11 kepala keluarga terancam longsor susulan.

Rumah-rumah tersebut berada di sekitar tebing yang mengalami longsor sebelumnya.

Petugas mencatat tebing yang longsor memiliki ketinggian sekitar 30 meter. Lebar area longsoran dilaporkan mencapai sekitar 40 meter.

Kondisi tanah di sekitar lokasi masih dinilai berpotensi membahayakan permukiman, sehingga pengawasan dan langkah antisipasi diperlukan.

BPBD juga menemukan retakan tanah sepanjang kurang lebih 50 meter di sekitar area terdampak.

Retakan tersebut menjadi salah satu tanda yang perlu dipantau karena perubahan pada tanah dapat menunjukkan pergerakan lereng.

Warga di sekitar lokasi diminta tidak mengabaikan perkembangan kondisi tersebut.

baca juga : Hujan Deras Picu Pergeseran Tanah, Bangunan Sekolah di Bandung Barat Terdampak

Sejumlah Warga Mulai Mengungsi demi Keselamatan

Satu rumah yang dihuni dua kepala keluarga, yakni keluarga Eyep dan Ma Ari, telah dikosongkan karena dinilai berisiko.

Kedua keluarga tersebut mengungsi sementara ke rumah kerabat untuk menghindari kemungkinan longsor susulan.

Sementara itu, penghuni rumah lain yang berada di kawasan terancam telah diimbau agar bersiap meninggalkan tempat tinggal apabila hujan kembali turun atau tanda pergerakan tanah semakin jelas.

Informasi yang diberitakan pada 29 Oktober menyebut sebagian warga lainnya masih bertahan, sehingga kewaspadaan di lingkungan sekitar menjadi penting.

Jumlah warga yang benar-benar mengungsi perlu dibedakan dari jumlah keluarga yang rumahnya terancam.

Data BPBD menyebut 10 rumah dihuni 11 kepala keluarga berada dalam ancaman, sedangkan dua keluarga dari satu rumah telah mengungsi ke tempat kerabat.

Dengan demikian, tidak tepat menyebut seluruh warga di 10 rumah sudah dievakuasi.

Kondisi Tanah dan Potensi Pergerakan Lereng

BPBD menduga longsor dipicu hujan dengan intensitas tinggi.

Kondisi tanah yang relatif labil di sekitar tebing juga meningkatkan kekhawatiran terhadap pergerakan tanah lanjutan.

Namun, penyebab dan tingkat risiko di setiap titik perlu mengikuti hasil pemeriksaan petugas, bukan perkiraan semata.

Secara umum, hujan yang berlangsung deras atau lama dapat membuat tanah menyerap lebih banyak air.

Pada lereng tertentu, kondisi tersebut dapat menambah beban tanah dan mengurangi kestabilannya. Kemiringan lereng, struktur tanah, kondisi geologi, serta sistem drainase juga

berpengaruh terhadap potensi longsor.

Retakan tanah, perubahan bentuk permukaan, pohon atau tiang yang mendadak miring, serta air yang muncul dari tempat tidak biasa patut diwaspadai.

Tanda-tanda tersebut tidak selalu memastikan longsor akan terjadi, tetapi perlu segera dilaporkan kepada aparat agar dapat diperiksa secara langsung.

Penanganan dan Pemantauan oleh Petugas

Petugas BPBD Kabupaten Bandung Barat telah melakukan asesmen di lokasi untuk memeriksa dampak kejadian dan memetakan ancaman terhadap permukiman.

Pemeriksaan tersebut menjadi dasar bagi petugas dan pemerintah setempat untuk menentukan langkah keselamatan berikutnya.

Akses jalan menuju lokasi dilaporkan menjadi salah satu kendala penanganan.

BPBD juga mengimbau pihak desa hingga pengurus RW meningkatkan kewaspadaan, termasuk melalui pemantauan lingkungan pada malam hari.

Perkembangan retakan dan kondisi tebing perlu diperhatikan, terutama ketika hujan kembali mengguyur.

Dalam penanganan awal, BPBD mencatat kebutuhan berupa terpal, karung, dan bahan kebutuhan pokok bagi warga terdampak.

Adapun nilai kerugian akibat kejadian tersebut masih dalam proses penghitungan berdasarkan pemberitaan yang tersedia.

Dampak Ancaman Longsor terhadap Aktivitas Warga

Warga yang mengungsi ke rumah kerabat harus menyesuaikan aktivitas sehari-hari sambil menunggu situasi lebih aman.

Ancaman terhadap rumah juga menimbulkan kekhawatiran mengenai keselamatan keluarga dan kondisi tempat tinggal yang ditinggalkan.

Kebutuhan warga terdampak perlu dipantau sesuai kondisi di lapangan.

Bantuan logistik, tempat tinggal sementara, akses kesehatan, serta perhatian bagi anak-anak, lansia, dan kelompok rentan penting disesuaikan dengan hasil pendataan petugas.

Informasi mengenai kebutuhan tertentu sebaiknya merujuk pada data BPBD atau pemerintah desa.

baca juga : PPPK Paruh Waktu di Bandung Barat Kembali Diperpanjang, Evaluasi Tetap Berjalan

Imbauan dan Langkah Antisipasi bagi Masyarakat

BPBD mengingatkan warga di sekitar lokasi agar segera menjauh dan mengungsi ke tempat aman apabila hujan kembali turun, khususnya jika retakan bertambah atau muncul tanda pergerakan tanah.

Warga sebaiknya mengikuti arahan petugas dan tidak kembali ke rumah yang dinyatakan berbahaya sebelum ada penilaian keamanan.

Masyarakat juga dapat memantau informasi cuaca dari BMKG serta pengumuman pemerintah daerah.

Apabila melihat perubahan tanah atau tebing, segera laporkan kepada aparat desa atau BPBD. Kewaspadaan bersama dan informasi yang terverifikasi diperlukan untuk mengurangi risiko serta melindungi warga di Cisarua.

sumber : https://mediaindonesia.com/

Related Post

Tinggalkan komentar