Longsor Majenang Cilacap Timbun Pemukiman Warga, 3 Tewas dan Puluhan Masih Dicari

sekitarbandung.com – Longsor Majenang Cilacap kembali menjadi perhatian nasional setelah bencana besar pada Kamis malam (13/11/2025) meluluhlantakkan permukiman di Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Jawa Tengah.

Aracely Azwa

Longsor Majenang Cilacap

sekitarbandung.com – Longsor Majenang Cilacap kembali menjadi perhatian nasional setelah bencana besar pada Kamis malam (13/11/2025) meluluhlantakkan permukiman di Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Jawa Tengah. Hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut sejak sore diduga menjadi pemicu utama runtuhnya tebing perbukitan yang selama ini dikenal memiliki struktur tanah labil.

BNPB melaporkan bahwa hingga Jumat siang, tiga warga ditemukan meninggal dunia, sementara sekitar 20 orang masih dicari. Material longsor yang tebal membuat proses penyelamatan berlangsung sulit. Foto udara yang dibagikan oleh BPBD memperlihatkan hamparan tanah runtuh yang menimbun rumah-rumah warga hingga tidak lagi tampak bentuknya.

Baca Juga: Aturan Baru Haji 18 Tahun Menunggu Lagi Mulai 2026 Membuat Jemaah Harus Lebih Bersabar

Pemukiman di Punggung Bukit Hancur Disapu Longsor

Dari hasil peninjauan lapangan, sejumlah rumah yang berada tepat di jalur longsoran tersapu habis tanpa tersisa. Warga yang sempat mendengar suara gemuruh hanya memiliki waktu beberapa detik sebelum material tanah meluncur dengan kecepatan tinggi.

BNPB mencatat setidaknya 12 rumah mengalami kerusakan berat dan terkubur sepenuhnya, sementara 16 rumah lainnya berada dalam kondisi terancam akibat pergeseran tanah lanjutan. Pemerintah daerah bersama petugas kebencanaan menetapkan wilayah tersebut sebagai zona merah hingga situasi dinyatakan aman.

Upaya Pencarian Dipimpin Langsung BNPB

Operasi penyelamatan melibatkan lebih dari 200 personel gabungan dari Basarnas, TNI, Polri, relawan, hingga warga setempat. Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto langsung menuju lokasi bencana setelah menerima arahan Presiden Prabowo Subianto.

“Presiden menegaskan agar semua kebutuhan korban terpenuhi dan operasi pencarian dilakukan secepat mungkin,” ujar Suharyanto saat ditemui media.

Untuk mempercepat proses evakuasi, alat berat seperti ekskavator, pompa alkon, dan perlengkapan pencarian lain telah didatangkan. Meski demikian, kondisi tanah yang masih labil membuat tim SAR harus bekerja ekstra hati-hati.

Hujan Deras dan Struktur Tanah yang Labil Jadi Penyebab

BMKG sebelumnya telah mengeluarkan peringatan potensi cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Jawa Tengah. Curah hujan yang tinggi memicu jenuh air pada lapisan tanah di area perbukitan Majenang, sehingga meningkatkan risiko longsor.

Warga yang tinggal di sekitar lereng mengaku sering mendengar suara retakan tanah beberapa hari terakhir, namun tidak menyangka kejadian sebesar ini akan terjadi.

Pemerintah Pastikan Bantuan untuk Warga Terdampak

Posko pengungsian kini didirikan di beberapa titik aman. Warga yang berhasil menyelamatkan diri diberikan bantuan logistik, makanan siap saji, air bersih, serta dukungan medis untuk korban luka.

BNPB juga bekerja sama dengan pemerintah kabupaten untuk pendataan rumah rusak dan memastikan warga mendapatkan penanganan jangka panjang.

Selain itu, edukasi mengenai mitigasi bencana kembali ditekankan kepada masyarakat, mengingat kawasan Majenang termasuk daerah rawan longsor yang membutuhkan perhatian khusus.

Jika ingin update tentang hal di sekitar bandung, selalu kunjungi website sekitarbandung.com.

Related Post

Tinggalkan komentar