Mahasiswa ITB Ini Bikin Helm Anti Microsleep untuk Cegah Kecelakaan

Sekitarbandung.com – Setiap tahun, ribuan kecelakaan terjadi di Indonesia. Menurut data KNKT, sekitar 60 persen kecelakaan pada tahun 2024 berkaitan dengan faktor kelelahan dan hilangnya

Dicky Wicaksono

Mahasiswa ITB Ini Bikin Helm Anti Microsleep untuk Cegah Kecelakaan
Mahasiswa ITB Ini Bikin Helm Anti Microsleep untuk Cegah Kecelakaan

Sekitarbandung.com – Setiap tahun, ribuan kecelakaan terjadi di Indonesia. Menurut data KNKT, sekitar 60 persen kecelakaan pada tahun 2024 berkaitan dengan faktor kelelahan dan hilangnya fokus saat berkendara.

Salah satu penyebab paling berbahaya adalah microsleep, yaitu kondisi ketika otak seolah “mati lampu” selama beberapa detik tanpa disadari, meski mata terkadang masih terlihat terbuka.

Masalahnya, beberapa detik tersebut sudah cukup untuk memicu kecelakaan. Apalagi bagi pengendara motor yang tidak memiliki sabuk pengaman atau kabin pelindung seperti pada mobil.

Berangkat dari masalah ini, tiga mahasiswa ITB mencoba mencari solusi dengan mengembangkan SADAR Helmet, helm pintar yang dirancang untuk mendeteksi tanda-tanda microsleep sebelum kecelakaan terjadi.

Helm ini dibuat oleh tim iConic dan berhasil meraih Juara 2 Nasional dalam ajang Smart Safety Competition (SASECOM) 2026 yang diikuti puluhan peserta dari berbagai daerah.

Baca Juga: Manshur Angklung, Berhasil Bawa Kesenian Tradisional ke Panggung Dunia

Cara kerjanya cukup menarik. SADAR Helmet menggunakan kombinasi sensor detak jantung, akselerometer, dan giroskop untuk memantau kondisi tubuh serta gerakan kepala pengendara secara real-time.

Jika sistem mendeteksi gejala pra-microsleep atau kantuk berlebih, helm akan langsung memberikan peringatan melalui getaran, suara, dan notifikasi agar pengendara kembali waspada.

Agar hasilnya lebih akurat, data dari berbagai sensor tersebut diolah menggunakan machine learning. Dengan demikian, sistem tidak hanya membaca satu tanda, tetapi juga menganalisis pola secara keseluruhan.

Salah satu hal yang menarik, teknologi ini dirancang agar dapat dipasang pada helm standar SNI tanpa harus mengubah struktur utama helm. Dengan begitu, penerapannya menjadi lebih mudah dan terjangkau.

Saat ini SADAR Helmet masih berada dalam tahap pengembangan mahasiswa. Namun, idenya cukup menarik karena tidak hanya berfokus melindungi pengendara saat kecelakaan terjadi, tetapi juga berupaya mencegah kecelakaan sebelum terjadi.

Baca Juga: Djunijanti Peggie, Doktor Kupu-kupu Pertama yang Ada di Indonesia

Related Post

Tinggalkan komentar