sekitarbandung.com – Majelis Taklim Rahmatul Ummah Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bandung menggelar kajian rutin di Masjid agung Al Fathu Komplek Pemkab Bandung.
Acara pada Kamis 23 Oktober 2025 dihadiri Kabid Pemberdayaan Perempuan MUI Kabupaten Bandung Hj. Aisyah Hudaya, dan Ketua Majelis Taklim Rahmatul Ummah Hj. Diah Siti Sa’diah.
Hadir juga Kabid Perlindungan Perempuan Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Disdalduk PPA) Kabupaten Bandung, Agustini Saputri, dan Ketua GOW Kabupaten Bandung Hj. Ema Jubaedah.
Menurut Hj. Diah Siti Sa’diah, Majelis Taklim Rahmatul Ummah MUI Kabupaten Bandung bisa jadi menjadi lembaga satu-satunya di Jawa Barat yang mewadahi majelis taklim perempuan semua ormas Islam yang ada.
Bahkan, Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Bandung juga ikut dalam kajian rutin tersebut.
Majelis taklim yang hadir dari Muslimat NU, Aisyiyah Muhammadiyah, Muslimat Mathlaul Anwar, Syarikat Islam, Persistri, Persatuan Umat Islam (PUI), Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII), Pengajian Al Hidayah, dan lain-lain.
Menurut Hj. Diah, majelis taklim ini juga membahas berbagai persoalan masyarakat khususnya menyangkut keluarga, Pemberdayaan Perempuan dan persiapan anak.
“Alhamdulillah pada hari ini hadir dari Disdalduk PPA Kabupaten Bandung. Semoga materi ini bisa bermanfaat bagi.masyatakat khususnya kaum perempuan,” ujarnya.
Dia menambahkan, adanya majelis taklim khas dan unik ini sebagai upaya kolaborasi, sinergitas maupun ajang silaturrahmi di antara majelis taklim perempuan dari semua ormas Islam dan organisasi lainnya.
“Tiap Kamis minggu keempat tiap bulannya alhamdulillah selalu rutin diadakan kajian yang dihadiri ratusan anggota majelis taklim lintas ormas. Bukan hanya masalah keagamaan, tapi juga masalah keumatan seperti stunting dan mengatasi bank emok atau lintah darat,” katanya.
Baca juga : Sarah Mega, Napi Cantik Lapas Bandung yang Bikin Heboh
Sedangkan Hj. Aisyah Hudaya yang juga Ketua Pengajian Al Hidayah Kabupaten Bandung dan pengurus Mathlaul Anwar Jabar memberikan materi dari Kitab Kifayatul Atqiya.
“Dalam majelis taklim ini kita harus lebih mengedepankan persamaan di antara Ormas-ormas Islam dan mencoba menekan adanya perbedaan. Sebenarnya perbedaan juga bersifat cabang atau furuiyah yang tak perlu dibesar-besarkan,” ucapnya.
Jika ingin update tentang hal di sekitar bandung, selalu kunjungi website sekitarbandung.com

