Mengenal Lebih Dekat Pengobatan Tulang Cimande, Praktik Pijat Warisan Budaya Takbenda Jawa Barat

Sekitarbandung.com – Pemprov Jabar menetapkan 66 karya budaya di kabupaten/kota menjadi Warisan Budaya Takbenda (WBTb), salah satunya adalah Pengobatan Tulang Cimande dari Kabupaten Bogor. Pijat

Dicky Wicaksono

Mengenal Lebih Dekat Pengobatan Tulang Cimande, Praktik Pijat Warisan Budaya Takbenda Jawa Barat
Mengenal Lebih Dekat Pengobatan Tulang Cimande, Praktik Pijat Warisan Budaya Takbenda Jawa Barat (Instagram/@humas_jabar)

Sekitarbandung.com – Pemprov Jabar menetapkan 66 karya budaya di kabupaten/kota menjadi Warisan Budaya Takbenda (WBTb), salah satunya adalah Pengobatan Tulang Cimande dari Kabupaten Bogor.

Pijat spesialis patah tulang tersebut sudah ada sejak tahun 1960-an dan didatangi banyak kalangan dari berbagai daerah.

Setiap hari, tempat pijat ini melayani ratusan pasien. Bahkan pada akhir pekan, jumlahnya bisa mencapai 300 pasien.

Sejarah Pengobatan Tulang Cimande

Kepopuleran tempat pijat tulang ini tak lepas dari sosok perintisnya, Haji Naim. Kepiawaian memijat Naim dimulai sejak dia belajar pencak silat.

Aliran silat yang berasal dari Bumi Pasundan tersebut tidak hanya mewariskan ilmu silat, namun juga ilmu memijat.

Haji Naim wafat pada tahun 1981, tetapi praktik pijatnya masih diteruskan oleh anak-anaknya.

Baca Juga: Solusi Dedi Mulyadi soal Polemik PBI BPJS Kesehatan, Pemprov Jabar Siap Tanggung Iuran Warga Terdampak

Kenapa Pengobatan Tulang Cimande Bisa Menjadi WBTb?

Pengobatan ini bukan sekadar teknik medis, melainkan perpaduan unik antara kearifan lokal, keterampilan fisik, dan nilai budaya yang masih bertahan hingga kini.

Teknik memijat Haji Naim pun punya ciri khas tersendiri, tak sekadar memijat dengan menekan atau meremas bagian tubuh yang sakit.

Saat memijat, minyak urut yang digunakan adalah minyak tumbuh-tumbuhan dari Cimande. Inilah yang membuat Pengobatan Tulang Cimande menjadi WBTb.

Oleh karena itu, Pemprov Jawa Barat melalui unggahan akun Instagram @humas_jabar pada Senin (16/2/2026) mengajak masyarakat untuk menjaga dan melestarikan Warisan Budaya Takbenda Jawa Barat.

“Dengan merawatnya bersama, kita memastikan budaya tetap hidup, berkembang, dan diwariskan dengan bangga kepada generasi mendatang,” tulisnya dalam unggahan.

Baca Juga: BPJS Dicoret? Tenang, Pemprov Jawa Barat Tegaskan Siap Gerak Cepat Bantu Warga

Related Post

Tinggalkan komentar