Odong-odong Jadi Ambulans, Warga Bandung Viral

sekitarbandung.com – Seorang warga bernama Sangara (65) dari Desa Solokanjeruk, Kecamatan Solokanjeruk, Kabupaten Bandung, mendadak viral di media sosial setelah merekam dan meluapkan emosinya di depan

Acsyara Aulia

Odong-odong Jadi Ambulans, Warga Bandung Viral

sekitarbandung.com – Seorang warga bernama Sangara (65) dari Desa Solokanjeruk, Kecamatan Solokanjeruk, Kabupaten Bandung, mendadak viral di media sosial setelah merekam dan meluapkan emosinya di depan Unit Gawat Darurat (UGD) RSUD Majalaya.

Kemarahan Sangara dipicu oleh kegagalannya mendapatkan bantuan mobil pelayanan dari kantor desa untuk mengantar anaknya yang sakit parah.

Akhirnya, ia terpaksa membawa anaknya menggunakan kendaraan odong-odong.

Peristiwa yang membuat Sangara kecewa berat ini bermula pada Minggu malam, 12 Oktober 2025.

Kronologi Permintaan Tolong yang Ditolak Desa

1. Anak Sakit Mendadak: Kemarahan Sangara berawal ketika anaknya mendadak sakit dengan gejala pusing, mual, dan mules pada Minggu malam. Dalam kondisi panik, Sangara segera mendatangi kantor desa untuk meminta bantuan.

2. Mobil Ada, Ditolak dengan Alasan Khusus: Saat tiba di kantor desa, Sangara melihat mobil pelayanan desa terparkir di halaman.

Ia meminta tolong agar anaknya segera diantar ke rumah sakit menggunakan mobil tersebut.

Namun, Sangara mengaku petugas desa menolak permintaannya dengan alasan mobil tersebut “khusus untuk ibu-ibu.”

3. Bawa Anak Pakai Odong-odong: Lantaran tidak mendapat bantuan dari desa, Sangara yang kesal memilih mengambil inisiatif sendiri. Ia berinisiatif meminjam odong-odong milik bosnya. Anaknya kemudian dibawa ke RSUD Majalaya menggunakan odong-odong, dengan ditutupi selimut tebal dan bantal untuk mencegah masuk angin.

4. Meluapkan Emosi di RSUD: Setibanya di RSUD Majalaya, setelah anaknya mendapatkan penanganan medis, Sangara yang masih diliputi emosi memutuskan merekam video di depan UGD.

Ia menumpahkan kekesalannya dan menuding pemerintah desa tidak sigap membantu warganya yang sedang dalam kondisi darurat.

“Saya marah karena datang ke desa minta tolong, tapi malah tidak dibantu. Mobilnya ada, tapi katanya khusus untuk ibu-ibu,” kata Sangara.

Baca juga : Persib Tegas: Bobotoh Dilarang ke Stadion Saat Lawan PSBS Biak

“Makanya saya viralkan di sana (rumah sakit). Saya mau tidak emosi gimana, anak saya itu mengabdi ke negara mendidik anak pramuka… tapi tidak ada yang bantu dari desa,” tambahnya, menegaskan kekecewaannya pada pembatasan fungsi mobil pelayanan desa.

Jika ingin update tentang hal di sekitar bandung, selalu kunjungi website sekitarbandung.com

Tags

Related Post

Tinggalkan komentar