Sekitarbandung.com – Arus mudik Lebaran Idulfitri Tahun 2026 diperkirakan akan memicu kemacetan lalu lintas di sejumlah jalur utama non-tol di Jawa Barat.
Untuk mengurai kemacetan, Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat akan menerapkan rekayasa lalu lintas di beberapa titik, di antaranya one way dan contra flow.
One way adalah rekayasa lalu lintas dengan mengubah jalur yang tadinya dua arah menjadi satu arah. Penerapan one way ini dilakukan untuk mengatasi kemacetan saat volume kendaraan tinggi.
Contra flow adalah kondisi di mana sejumlah kendaraan menggunakan tambahan lajur yang diambil dari lajur dengan arah berlawanan.
Pada umumnya, penerapannya di jalan raya diikuti dengan arahan dari polisi sebagai pihak yang berwenang mengatur lalu lintas untuk membantu mengurangi kemacetan.
Baca Juga: 24 Ribu Buku Gratis dari Kemendikdasmen untuk Mudik Asyik Baca Buku, Berikut Beberapa Lokasinya!
Perbedaan one way dan contra flow terutama terletak pada penerapannya, di mana contra flow menggunakan sebagian lajur dari arah berlawanan.
Sedangkan one way diterapkan dengan menggunakan seluruh jalur untuk kendaraan yang melintas di ruas jalan tersebut.
Selain itu, terdapat juga beberapa rekayasa lalu lintas lain yang umumnya dilakukan saat arus mudik Lebaran, seperti sistem ganjil genap dan buka tutup jalan.
Dengan memahami berbagai istilah rekayasa lalu lintas tersebut, masyarakat diharapkan dapat lebih siap menghadapi kondisi jalan saat mudik dan mengikuti aturan yang berlaku.
Kesadaran pengguna jalan dalam mematuhi arahan petugas juga menjadi kunci agar perjalanan tetap aman, lancar, dan terhindar dari kemacetan panjang.
Baca Juga: Jangan Sampai Mudik Terganggu oleh Akun Palsu, Berikut Tips Hindari Penipuan Tiket Kereta Api!

