Pameran Seniman Bandung di Galeri Lorong Senja Angkat Tema Idiosinkrasi

sekitarbandung.com – Pameran Seniman Bandung di Galeri Lorong Senja kembali menghadirkan nuansa segar bagi pecinta seni rupa. Delapan pelukis muda hingga senior menampilkan karya mereka

Aracely Azwa

Pameran Seniman Bandung di Galeri Lorong Senja Angkat Tema Idiosinkrasi

sekitarbandung.com – Pameran Seniman Bandung di Galeri Lorong Senja kembali menghadirkan nuansa segar bagi pecinta seni rupa. Delapan pelukis muda hingga senior menampilkan karya mereka dalam pameran bersama bertajuk Idiosinkrasi atau kekhasan seseorang.

Pameran ini dibuka pada Selasa (2/9/2025) di Jalan Cijagra, Buahbatu, Kota Bandung, dan dijadwalkan berlangsung hingga 1 November 2025.

Delapan Seniman Bandung Pamerkan Kekhasan Karya

Kedelapan seniman yang terlibat antara lain Dede Priana, Supriatna, Gustiyan Rahmadi, Andi Sopiandi, Rudy Harjanto, Tondy Hasibuan, Moya Kamarudin, dan Tsabita Aqlimah. Mereka tergabung dalam komunitas seni rupa The Dorm yang sejak lama aktif mewadahi kolaborasi antar pelukis di Bandung.

Tema Idiosinkrasi dipilih karena setiap karya memiliki gaya unik yang mencerminkan identitas penciptanya. Lukisan-lukisan yang dipamerkan memadukan beragam aliran mulai dari realisme, ekspresionisme, hingga kontemporer modern.

Baca Juga: Big Bad Wolf Bandung 2025 Hadir di Kota Baru Parahyangan Hingga 7 September

Galeri Seni Lorong Senja Jadi Ruang Silaturahmi

Menurut kurator pameran, tujuan utama kegiatan ini bukan hanya memamerkan karya seni, tetapi juga menjadi forum silaturahmi komunitas pelukis Bandung.

“Lorong Senja sengaja dipilih karena ruangannya intim dan hangat. Pameran ini tidak hanya untuk pecinta seni, tapi juga masyarakat umum agar bisa dekat dengan karya seniman lokal,” ujar Dede Priana, salah satu peserta pameran.

Antusiasme Pengunjung

Sejak dibuka, pameran sudah menarik perhatian masyarakat, termasuk mahasiswa seni, kolektor, hingga warga sekitar Buahbatu. Banyak pengunjung yang tak hanya menikmati karya, tetapi juga berdialog langsung dengan senimannya.

Andi Sopiandi, pelukis yang ikut serta, mengatakan interaksi ini menjadi nilai tambah.
“Melihat reaksi pengunjung itu penting, karena seni hidup ketika ada komunikasi. Setiap orang bisa punya tafsir berbeda terhadap lukisan,” ucapnya.

Seni Bandung di Mata Publik

Bandung dikenal sebagai kota seni dengan komunitas kreatif yang dinamis. Menurut catatan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, setidaknya ada lebih dari 20 galeri aktif di Bandung yang rutin menggelar pameran.

Kehadiran pameran seniman Bandung di Galeri Lorong Senja memperkuat posisi kota ini sebagai pusat seni rupa Jawa Barat. Bagi publik, acara ini juga menjadi alternatif hiburan sekaligus edukasi di tengah padatnya aktivitas perkotaan.

Pameran Berlangsung Hingga 1 November 2025

Pameran Idiosinkrasi akan berlangsung hingga awal November 2025. Selama dua bulan penuh, masyarakat masih bisa datang dan menikmati ragam karya seni yang ditampilkan.

Jam buka pameran dimulai pukul 10.00 hingga 20.00 WIB, tanpa dipungut biaya. Panitia berharap akses gratis ini dapat memperluas jangkauan pengunjung dari berbagai kalangan.

Informasi resmi mengenai agenda seni dan budaya di Bandung bisa dilihat di laman Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung.

Pameran seniman Bandung di Galeri Lorong Senja bukan sekadar ajang pamer karya, melainkan ruang pertemuan ide, silaturahmi, dan refleksi atas keberagaman gaya seni rupa.

Jika ingin update tentang hal di sekitar Bandung, selalu kunjungi website sekitarbandung.com

Related Post

Tinggalkan komentar