sekitarbandung.com – Parenting Digital Era jadi perhatian utama dalam Global Parenting Summit 2025 yang digelar Kreativa Global School (KGS). Bertempat di Summarecon Mall Bandung, acara bertema “From Cradle to College” ini dihadiri 450 peserta dari berbagai kota dan kalangan orang tua.
Peran Orang Tua di Era Digital: Bukan Pendamping, Tapi Pemimpin
Syauqi Robbani, CEO CNA Investment sekaligus Founder KGS, menyampaikan bahwa orang tua adalah titik awal pendidikan. Menurutnya, sistem pendidikan masa kini perlu keterlibatan penuh keluarga untuk menghadapi tantangan era digital.
“Orang tua yang well-educated akan jadi fondasi utama bagi anak-anak. Perubahan digital harus direspons dengan pemahaman, bukan sekadar pengawasan,” ujar Syauqi.
KGS tidak hanya menitikberatkan kurikulum, tapi juga membentuk ecosystem pembelajaran bersama keluarga dan komunitas.
Baca Juga: Kiper Timnas U-23 Indonesia Ardiansyah, Penentu Final AFF
Parenting Digital Era Berdasarkan Data Nyata
Survei dari Jakpat mengungkap, 64% orang tua terpengaruh media sosial dalam membesarkan anak, dan 46,5% merasa kesulitan menghadapi dinamika zaman. Meski begitu, 97% menyadari pentingnya pendidikan holistik, termasuk pengembangan karakter, critical thinking, dan soft skill.
STEM dan Imajinasi Jadi Penentu Masa Depan
Gita Wirjawan, mantan Menteri Perdagangan RI & host Endgame, menyampaikan pentingnya STEM dalam pendidikan. Namun, ia menekankan bahwa pengalaman nyata dan kegagalan justru menjadi pemicu tumbuhnya imajinasi dan ketahanan mental anak.
“Anak harus berani gagal. Dari situ lahir resiliensi dan logika berpikir. Dunia digital tidak boleh jadi pelarian, tapi harus diimbangi dengan tantangan nyata,” jelas Gita.
Ia menambahkan bahwa guru harus dibekali kompensasi dan pelatihan agar mampu mendidik generasi digital dengan pendekatan manusiawi dan inovatif.
Kolaborasi Keluarga, Sekolah, dan Komunitas
Parenting Digital Era bukan hanya urusan rumah, tapi agenda kolaboratif antara orang tua, sekolah, dan komunitas. Global Parenting Summit 2025 menekankan pentingnya kerja sama lintas pihak untuk menciptakan anak-anak yang siap menghadapi masa depan yang cepat berubah.
“Orang tua seharusnya bukan hanya pengantar ke sekolah, tapi juga jadi teman belajar anak di rumah,” tutup Syauqi.
Sumber resmi:
Jika ingin update tentang hal di sekitar Bandung, selalu kunjungi website sekitarbandung.com.

