Pemprov Jawa Barat Imbau Masyarakat Bersiap Hadapi Puncak Musim Hujan yang Diprediksi Lebih Panjang

Sekitarbandung.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat mengimbau masyarakat untuk bersiap menghadapi puncak musim hujan yang diprediksi akan berlangsung lebih panjang. Berdasarkan kondisi geologi, curah

Dicky Wicaksono

Pemprov Jawa Barat Imbau Masyarakat Bersiap Hadapi Puncak Musim Hujan yang Diprediksi Lebih Panjang
Pemprov Jawa Barat Imbau Masyarakat Bersiap Hadapi Puncak Musim Hujan yang Diprediksi Lebih Panjang (Instagram/@humas_jabar)

Sekitarbandung.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat mengimbau masyarakat untuk bersiap menghadapi puncak musim hujan yang diprediksi akan berlangsung lebih panjang.

Berdasarkan kondisi geologi, curah hujan tinggi, kepadatan penduduk, dan pembangunan, Jawa Barat berpotensi mengalami kejadian bencana serupa seperti yang terjadi di Sumatra dan Aceh.

Oleh karena itu, terbit Keputusan Gubernur Nomor 360/Kep.626-BPBD/2025 Tentang Status Siaga Darurat Bencana Banjir, Banjir Bandang, Cuaca Ekstrem, Gelombang Ekstrem dan Abrasi, serta Tanah Longsor pada tanggal 15 September 2025 sampai dengan 30 April 2026.

Beberapa mitigasi yang harus dipersiapkan yaitu sebagai berikut:

Jangka Pendek (Kesiapsiagaan)

  • Pembersihan sedimen dan sampah alur sungai
  • Penetapan dan sosialisasi jalur evakuasi
  • Edukasi dan pemberdayaan desa atau komunitas
  • Persiapan logistik, relawan, dan posko
  • Pelatihan evakuasi untuk guru dan siswa (Sekolah Aman Bencana)
  • Penyebaran peringatan dini cuaca ekstrem
  • Memastikan fasilitas kesehatan tetap berfungsi
  • Menyiapkan tim medis dan logistik kesehatan
  • Antisipasi penyakit pasca banjir (Diare, DBD, dan lainnya)
  • Sosialisasi pembangunan permukiman sesuai regulasi
  • Sosialisasi peta rawan bencana sebagai acuan investasi dan pembangunan

Baca Juga: Pemprov Jabar Imbau Masyarakat Agar Berhati-Hati Saat Liburan Tahun Baru 2026 ke Pantai

Jangka Menengah (Pengurangan Risiko)

  • Normalisasi sungai dan perkuatan tebing atau tanggul
  • Penataan kawasan sempadan sungai
  • Penguatan kapasitas desa tangguh bencana
  • Pengawasan tambang rakyat dan perusahaan agar sesuai kaidah
  • Rencana reklamasi dan pasca tambang
  • Konservasi sumber daya air di hulu DAS
  • Menjaga daerah resapan melalui reboisasi, sumur resapan, embung, dan kolam retensi
  • Rehabilitasi lahan kritis dan pengendalian erosi
  • Vegetasi penahan erosi dan penghijauan di lereng bukit

Jangka Panjang (Pencegahan Berkelanjutan)

  • Pengaturan tata ruang (RT/RW) berbasis risiko bencana
  • Rehabilitasi dan konservasi hulu DAS
  • Penegakan hukum pemanfaatan ruang
  • Memasukkan kerawanan bencana dalam perizinan pembangunan
  • Pengawasan pembangunan di daerah rawan longsor dan bantaran sungai
  • Relokasi atau penataan ulang permukiman berisiko tinggi
  • Pemanfaatan irigasi berkelanjutan dan embung pertanian

Upaya mitigasi ini diharapkan dapat meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dan meminimalkan risiko bencana selama puncak musim hujan di Jawa Barat.

Baca Juga: Selamat Tahun Baru 2026, Apa Pun Harapan Warga Pemprov Jabar Bantu Aaminkan dari Hati

Related Post

Tinggalkan komentar