Proyek Penanganan Banjir Dayeuhkolot Siap Dimulai Awal 2026, Pemkab Bandung Siapkan Rp5 Miliar

sekitarbandung.com – Program penanganan banjir Dayeuhkolot resmi dijadwalkan mulai Januari 2026. Pemerintah Kabupaten Bandung kini tengah merampungkan rencana teknis serta koordinasi lintas sektor agar proyek

Aracely Azwa

Proyek Penanganan Banjir Dayeuhkolot Siap Dimulai Awal 2026, Pemkab Bandung Siapkan Rp5 Miliar

sekitarbandung.com – Program penanganan banjir Dayeuhkolot resmi dijadwalkan mulai Januari 2026. Pemerintah Kabupaten Bandung kini tengah merampungkan rencana teknis serta koordinasi lintas sektor agar proyek pengendalian banjir berjalan efektif dan berkelanjutan.

Bupati Bandung Dadang Supriatna menyampaikan bahwa proyek ini akan menggunakan pendekatan Pentahelix, yaitu kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas, dan media.

“Kita targetkan rencana aksi rampung akhir tahun ini. Awal 2026, kegiatan fisik bisa langsung berjalan,” ujar Dadang, Rabu (12/11/2025).

Fokus Utama Program Penanganan Banjir Dayeuhkolot

Pemkab Bandung telah menyiapkan anggaran Rp5 miliar dari APBD 2025. Dana tersebut akan dialokasikan untuk memperbaiki dua jembatan utama yang kerap menjadi titik genangan, yaitu Jembatan Sukabirus (Rp4 miliar) dan Jembatan Pasigaran (Rp1 miliar).

Selain itu, delapan langkah strategis akan dilaksanakan sebagai bagian dari penanganan banjir Dayeuhkolot 2026, di antaranya:

  1. Normalisasi saluran drainase di Jalan Terusan Mohammad Toha.

  2. Normalisasi Polder Babakan Sangkuriang.

  3. Pembangunan rumah pompa dan penambahan unit pompa air.

  4. Normalisasi Sungai Cipalasari.

  5. Pengerukan saluran lingkungan Bojongasih.

  6. Pengerukan connecting drain di Desa Dayeuhkolot.

  7. Normalisasi saluran U-Ditch di bawah kewenangan BBWS Citarum.

  8. Peningkatan kapasitas saluran air sekunder di kawasan industri.

Total kebutuhan biaya keseluruhan proyek ini diperkirakan mencapai Rp9,5 miliar.

Baca Juga: Banjir Bojongsoang Terjang Ratusan Rumah, Pemkab Bandung Siaga Total Evakuasi Warga

Kolaborasi Pemerintah dan Dunia Usaha

Bupati Dadang menegaskan bahwa penanganan banjir Dayeuhkolot tidak hanya tanggung jawab pemerintah daerah. Sebanyak 30 perusahaan di kawasan industri Dayeuhkolot telah menyatakan kesediaan mereka ikut membantu pembiayaan proyek tersebut.

“Jika kawasan ini bebas banjir, dunia usaha juga diuntungkan. Lebih baik ikut berkontribusi daripada terus rugi setiap musim hujan,” tegas Dadang.

Pemerintah daerah juga bekerja sama dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum serta Dinas Sumber Daya Air Provinsi Jawa Barat yang memiliki peran penting dalam pembangunan infrastruktur pengendali banjir.

Dukungan Masyarakat dan Akademisi

Selain pemerintah dan dunia usaha, peran masyarakat serta akademisi akan dioptimalkan. Pemerintah daerah mengajak komunitas lokal untuk ikut menjaga kebersihan sungai serta mencegah penumpukan sampah yang dapat menghambat aliran air.

Program edukasi lingkungan juga akan diluncurkan bekerja sama dengan universitas di Bandung untuk mengembangkan solusi teknologi tepat guna bagi sistem drainase.

Jika ingin update tentang hal di sekitar Bandung, selalu kunjungi website sekitarbandung.com 

Related Post

Tinggalkan komentar