sekitarbandung.com – Penanganan sampah Kota Bandung semakin cepat dan efektif berkat kolaborasi antar dinas, mulai dari pemilahan, pengolahan, pemanfaatan hingga pemusnahan. Program ini bertujuan menjaga kebersihan lingkungan, meningkatkan kualitas hidup masyarakat, dan mendorong ekonomi sirkular. Jika ingin update tentang hal di sekitar Bandung, selalu kunjungi website sekitarbandung.com.
Fokus pada Kapasitas Pemilahan dan Pengolahan Sampah
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menegaskan bahwa penanganan sampah Kota Bandung menjadi fokus pembenahan bersama seluruh perangkat daerah. Langkah strategis meliputi pemilahan sampah organik dan non-organik, pengolahan di TPS3R, serta pemanfaatan sampah menjadi kompos, pakan ternak, atau bahan produktif lain.
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) bekerja sama dengan program Buruan Sae dan Dapur Dahsyat membentuk rangkaian ekonomi sirkular. Sampah organik dari rumah tangga diolah menjadi kompos yang digunakan untuk menanam sayuran dan tanaman produktif, yang kemudian menjadi bahan baku Dapur Dahsyat untuk memasak dan menyalurkan makanan bergizi bagi anak stunting, ibu hamil, dan ibu menyusui.
Baca Juga: Dua Pengendara Motor Tewas dalam Kecelakaan Maut di Jalan Soekarno Hatta Bandung
Inovasi Teknologi MOTAH-19 untuk Efisiensi Pengelolaan Sampah
Pemerintah Kota Bandung memanfaatkan teknologi seperti MOTAH-19 untuk pengolahan sampah hasil pengerukan sungai, yang mampu mengolah hingga 4 ton per hari. Mesin ini membantu mengurangi tumpukan sampah di TPS3R dan meningkatkan efisiensi petugas lapangan. Sampah organik dimanfaatkan sebagai pakan maggot, sementara sampah lainnya dipilah untuk didaur ulang.
Ahmad, pengelola TPS3R Cisaranten Wetan, menyatakan, “Dengan teknologi dan kolaborasi antar dinas, penanganan sampah Kota Bandung menjadi lebih cepat, efisien, dan produktif. Sampah yang sebelumnya menumpuk kini bisa dimanfaatkan kembali.”
Peran Masyarakat dan Pedagang
Kolaborasi antar dinas didukung penuh oleh masyarakat dan pedagang pasar. Kesadaran warga dalam membuang sampah pada tempatnya menjadi kunci keberhasilan pengelolaan sampah kota. Petugas kebersihan melakukan pemilahan dan pengangkutan secara rutin, sementara masyarakat ikut menjaga kebersihan lingkungan.
Di pasar tradisional seperti Pasar Tumpah Jalan Jenderal Sudirman petugas kebersihan melakukan aksi pembersihan bersama pedagang. Sampah dikumpulkan dan dibawa ke TPS3R untuk diolah menjadi kompos atau bahan bermanfaat lain. Kolaborasi ini memperkuat konsep ekonomi sirkular dan menjaga kebersihan lingkungan.
Dampak Positif terhadap Lingkungan dan Kesehatan
Peningkatan kapasitas pengolahan dan pemanfaatan sampah berdampak positif pada kebersihan lingkungan dan kesehatan masyarakat. Sungai menjadi lebih bersih, risiko banjir berkurang, dan sampah yang diolah menjadi kompos atau produk lainnya memiliki nilai ekonomi. Hal ini juga meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pengelolaan sampah yang baik.
Wali Kota Farhan menekankan, “Penanganan sampah Kota Bandung bukan hanya tanggung jawab dinas, tetapi juga peran aktif masyarakat. Kolaborasi dan kesadaran bersama akan menciptakan lingkungan bersih, sehat, dan produktif.”
Melalui kolaborasi antar dinas, penerapan teknologi, dan partisipasi masyarakat, penanganan sampah Kota Bandung berhasil dipercepat dan lebih efisien. Program ini menjadi contoh pengelolaan sampah kota besar yang ramah lingkungan dan bermanfaat bagi seluruh warga Bandung.
Jika ingin update tentang hal di sekitar Bandung, selalu kunjungi website sekitarbandung.com

