sekitarbandung.com – Penutupan Dikreg 212 Pasis TNI-Polri menjadi momentum penting dalam pendidikan strategis militer. Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto secara langsung menyampaikan pesan kuat tentang pentingnya profesionalisme dan adaptasi terhadap perubahan dinamika geopolitik global. Acara ini digelar di Sekolah Staf dan Komando (Sesko) TNI, Selasa (24/6/2025).
Penutupan Dikreg 212 Pasis TNI-Polri: Bekal Strategis untuk Perwira
Sebanyak 212 perwira siswa (pasis) dinyatakan lulus dalam pendidikan reguler ke-53 ini. Rinciannya meliputi 78 pasis TNI AD, 55 TNI AL, 45 TNI AU, 26 Polri, serta 8 pasis dari mancanegara seperti Malaysia, Arab Saudi, Singapura, Australia, Thailand, dan India.
“Para perwira harus siap menerima perubahan. Pola pikir dan doktrin perlu disesuaikan dengan realita konflik modern,” ujar Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto.
Ia menekankan bahwa perkembangan konflik internasional seperti perang Iran-Israel menjadi tantangan nyata yang harus dijadikan referensi strategis dalam kebijakan pertahanan nasional.
Baca Juga: Beasiswa Magister dan Doktor Unpad 2025: Peluang Emas untuk Calon Akademisi dan Profesional
Profesionalisme dan Adaptasi sebagai Pilar Utama
Komandan Sesko TNI, Marsekal Madya TNI Arif Widianto, menjelaskan bahwa selama empat bulan pendidikan, pasis mendapat pembekalan intensif tentang isu-isu strategis global.
“Diskusi meliputi topik seperti perang dagang Amerika-China, konflik Pakistan-India, hingga dinamika terbaru seperti perang Iran-Israel. Pasis dituntut responsif terhadap perubahan global,” ungkapnya.
Relevansi Penutupan Dikreg 212 Pasis TNI-Polri bagi Pertahanan Nasional
Penutupan Dikreg 212 Pasis TNI-Polri menandai komitmen TNI dalam menyesuaikan kurikulum pendidikannya dengan kondisi geopolitik yang terus berkembang. Diharapkan para lulusan menjadi pemimpin yang siap menjadi garda terdepan dalam menjaga pertahanan Indonesia di tengah perubahan global.
Sumber: Detik Jabar
Jika ingin update tentang hal di sekitar bandung, selalu kunjungi website sekitarbandung.com

