Pesan Mang Gana untuk UMKM: Bukan Sekadar Cuan, Tapi Konsumen Senang dan Rizki Berkah

Dalam dunia usaha yang semakin kompetitif dan cepat berubah, pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) kerap dituntut untuk mengejar profitabilitas demi bertahan hidup. Namun,

Redaksi Sekitar Bandung

Dalam dunia usaha yang semakin kompetitif dan cepat berubah, pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) kerap dituntut untuk mengejar profitabilitas demi bertahan hidup. Namun, apakah keberhasilan bisnis hanya diukur dari banyaknya cuan? Tokoh Jawa Barat, Subchan Daragana atau akrab disapa Mang Gana, memberikan perspektif berbeda yang layak untuk direnungkan para pelaku UMKM: bisnis yang sukses adalah bisnis yang membawa berkah, bukan sekadar untung materi.

“Gak cukup hanya cari cuan. Yang penting konsumen senang, dan rizkinya berkah.”
— Subchan Daragana (Mang Gana)

Nilai Spiritualitas dalam Dunia Usaha: Bukan Urusan Pribadi Semata

Banyak yang masih menganggap bahwa agama dan spiritualitas hanya urusan personal, tak relevan dengan dunia bisnis yang identik dengan angka, strategi, dan target. Namun Mang Gana membantah anggapan tersebut.

“Banyak yang salah tafsir jika agama dan spiritualitas hanya dianggap sebagai urusan personal. Padahal, banyak pemimpin bisnis besar yang mengakui bahwa memiliki landasan spiritual yang kuat justru memberikan manfaat besar, baik dalam kehidupan pribadi maupun dalam pengelolaan bisnis,” terang Mang Gana saat diwawancarai media.

Pernyataan ini menunjukkan bahwa pengalaman dan observasi Mang Gana tidak hanya berdasarkan keyakinan pribadi, melainkan juga disandarkan pada fakta bahwa nilai moral dan etika bisnis yang kuat membawa dampak nyata bagi keberlanjutan usaha.

Etika Bisnis yang Kuat Membangun Kepercayaan Konsumen

Menurut Mang Gana, spiritualitas akan mendorong hadirnya etika bisnis, seperti kejujuran, integritas, dan tanggung jawab sosial. Ini sangat relevan bagi UMKM yang sangat bergantung pada reputasi dan kepercayaan konsumen.

“Bisnis yang dijalankan dengan landasan moral yang kokoh akan membangun reputasi yang baik. Gak akan ada tuh prinsip yang penting cuan banyak. Tapi nanti akan berubah jadi: yang penting konsumen senang dan rizkinya berkah.”

Ini bukan sekadar slogan. Dalam era digital saat ini, di mana review pelanggan tersebar luas dan opini publik bisa memengaruhi penjualan, kepercayaan adalah mata uang baru dalam bisnis. UMKM yang mampu menumbuhkan nilai kepercayaan akan memiliki keunggulan berkelanjutan.

Spiritualitas yang Mendorong Kesuksesan Bisnis

Sebagai seorang Muslim, Mang Gana juga menegaskan bahwa nilai spiritualitas yang tertanam dalam ajaran Islam sangat selaras dengan semangat kewirausahaan. Ia mengutip Surat Al-Jumu’ah ayat 10 sebagai inspirasi utama bagi pelaku usaha:

“Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung.”

Menurutnya, ayat ini menggambarkan urutan jelas tentang bagaimana mendapatkan keberkahan dalam mencari nafkah, yakni:

  1. Ibadah dulu: Jangan lupakan kewajiban spiritual. Jangan hanya fokus ke keuntungan duniawi.

  2. Bertebaran di muka bumi: Maksudnya adalah melakukan ikhtiar, kerja keras, dan inovasi untuk mencari nafkah yang halal.

  3. Selalu ingat Allah: Jangan tinggalkan nilai-nilai luhur saat berbisnis, seperti kejujuran dan amanah.

  4. Janji Allah adalah keberuntungan (sukses): Sukses bukan hanya soal omzet, tetapi tentang hidup yang tenteram dan bisnis yang membawa manfaat.

Baca Juga : Judi Online Mewabah di Masyarakat, Subchan Daragana : “Hayu Babarengan Benahi Mental “

Potret Subchan Daragana yang sedang berbicara, menampilkan sosok dengan ide-ide visioner untuk pembangunan Kota Bandung.

UMKM Perlu Visi Jangka Panjang: Bukan Hanya Soal Omzet

Mang Gana meyakini bahwa UMKM yang ingin tumbuh berkelanjutan harus memiliki fondasi moral yang kuat. Tanpa etika, bisnis bisa tumbuh cepat tapi juga bisa runtuh seketika.

Dalam pengamatannya, banyak pelaku UMKM yang semangat saat awal memulai bisnis, tetapi karena terlalu fokus pada keuntungan sesaat, mereka mengabaikan kualitas, kejujuran, dan hubungan baik dengan pelanggan. Hal ini berujung pada penurunan kepercayaan dan bahkan kerugian.

Sebaliknya, UMKM yang mengutamakan kepuasan konsumen dan prinsip keberkahan justru lebih tahan banting dalam jangka panjang.

Kisah-Kisah UMKM Sukses karena Mengedepankan Etika dan Spiritualitas

Banyak kisah UMKM lokal yang berhasil karena menjadikan prinsip spiritual dan etika sebagai pondasi bisnis. Misalnya, produsen makanan halal yang secara konsisten menjaga kualitas dan kehalalan produknya kini menembus pasar ekspor. Atau pelaku usaha kuliner yang tidak pernah memanipulasi harga atau bahan, dan justru mendapat loyalitas konsumen dari generasi ke generasi.

Kepercayaan konsumen itu mahal. Tapi jika kita punya nilai spiritual yang baik, kita akan jujur, bertanggung jawab, dan pada akhirnya dipercaya.

Mari Bangun Bisnis yang Berkah dan Bermanfaat

Pesan Mang Gana kepada para pelaku UMKM adalah ajakan untuk menjadikan nilai spiritualitas dan etika sebagai fondasi utama dalam menjalankan usaha. Dalam dunia yang semakin materialistik, keberanian untuk tetap berpegang pada nilai-nilai moral adalah keunggulan tersendiri.

“Cuan penting, tapi jangan jadikan itu satu-satunya tujuan. Bangun relasi, bangun reputasi, dan niatkan usahamu sebagai jalan mendapatkan rizki yang halal dan berkah. Insya Allah hasilnya jauh lebih memuaskan.”Baca Juga :

Baca Juga : Hadiri Perayaan HUT RI di Cigondewah Rahayu, Subchan Daragana Ajak Warga Jadikan Momentum Kemerdekaan Untuk Memerdekakan Diri

Tags

Related Post

Tinggalkan komentar