PKBM Bandung: Pemkot Siapkan Solusi Agar Pendidikan Non-Formal Tetap Berjalan

sekitarbandung.com – Pemerintah Kota Bandung menegaskan komitmennya untuk memastikan keberlangsungan pendidikan non-formal melalui PKBM Bandung meski menghadapi ketidakpastian lahan. Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) yang

Aracely Azwa

PKBM Bandung

sekitarbandung.com – Pemerintah Kota Bandung menegaskan komitmennya untuk memastikan keberlangsungan pendidikan non-formal melalui PKBM Bandung meski menghadapi ketidakpastian lahan. Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) yang terletak di Jalan Stasiun Selatan No. 29, Kelurahan Kebon Jeruk, Kecamatan Andir, kini berada di lahan milik PT Kereta Api Indonesia (KAI), sehingga rawan tergusur.

Koordinasi Pemkot Bandung dengan PT KAI

Wakil Wali Kota Bandung, Erwin, menyatakan langkah pertama adalah menjalin komunikasi langsung dengan PT KAI. “Camat dan lurah saya minta koordinasi dengan KAI. Kalau ada lokasi milik KAI di sekitar stasiun yang bisa digunakan, kita coba komunikasikan,” ujar Erwin, Senin (8/9/2025) di Balai Kota Bandung.

Jika tidak ada titik temu, Pemkot akan menyiapkan alternatif lokasi. Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) telah diarahkan untuk mengidentifikasi lahan baru agar aktivitas belajar tidak terganggu.

Baca Juga: Siskamling Bandung: Wali Kota Tekankan Empati Satpol PP Jaga Ketertiban Kota

Pentingnya PKBM Bandung untuk Pendidikan Masyarakat

PKBM Bandung menjadi wadah pendidikan bagi masyarakat yang tidak dapat menyelesaikan sekolah formal. Melalui program paket kesetaraan A, B, dan C, banyak lulusan yang mampu melanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi, bahkan sampai S2. Erwin menekankan, “Janji kita, tidak boleh ada lagi anak yang tidak sekolah. PKBM ini bukti semangat warga yang ingin memperbaiki hidup.”

Alternatif Solusi Agar Pembelajaran Tetap Berjalan

Meski masih beroperasi di lokasi saat ini, ketidakpastian lahan membuat kondisi mendesak. Pemkot Bandung menyiapkan beberapa opsi:

  1. Koordinasi langsung dengan PT KAI untuk mencari lahan pengganti di sekitar stasiun.

  2. Identifikasi lahan alternatif melalui BKAD agar tidak mengganggu aktivitas belajar.

  3. Pemanfaatan fasilitas publik sementara, jika opsi pertama dan kedua tidak memungkinkan.

Langkah ini menunjukkan perhatian serius Pemkot Bandung agar PKBM tetap bisa memberikan akses pendidikan non-formal, sekaligus mendorong masyarakat lebih maju melalui program kesetaraan.

Dampak PKBM Bandung bagi Masyarakat

Keberadaan PKBM Bandung telah memberi kesempatan bagi warga untuk meningkatkan kualitas hidup. Dari lulusan paket A, B, dan C, banyak yang melanjutkan pendidikan tinggi. Menurut Erwin, penghentian kegiatan belajar bisa merugikan masyarakat yang selama ini mengandalkan PKBM untuk pendidikan non-formal.

Kolaborasi dengan Pihak Eksternal

Selain berkoordinasi dengan KAI, Pemkot Bandung juga membuka peluang kerja sama dengan pihak-pihak lain, termasuk kementerian terkait pendidikan non-formal. Informasi lebih lanjut mengenai program pendidikan non-formal bisa dilihat di situs Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.

Komitmen Pemkot Bandung

Pemkot menegaskan, pendidikan adalah hak setiap warga. “Kalau benar-benar harus dikosongkan, kita harus siap. BKAD harus bergerak cepat mencari lokasi baru. Jangan sampai kegiatan belajar ini hilang, apalagi manfaatnya besar bagi masyarakat,” tegas Erwin.

Dengan solusi yang disiapkan, PKBM Bandung diharapkan tetap menjadi pusat pendidikan non-formal yang memberikan kesempatan belajar bagi semua warga, tanpa terkendala masalah lahan.

Jika ingin update tentang hal di sekitar Bandung, selalu kunjungi website sekitarbandung.com

Related Post

Tinggalkan komentar