sekitarbandung.com – Pohon pule Blahkiuh yang telah berdiri selama ratusan tahun akhirnya ditebang. Keputusan ini tidak diambil secara sembarangan. Pohon yang menjadi ikon Desa Blahkiuh, Kabupaten Badung, Bali tersebut harus ditumbangkan setelah salah satu dahannya tumbang akibat cuaca ekstrem, menyebabkan kerusakan dan membahayakan warga sekitar.
Baca Juga: AppleNesia Buka Cabang di Dago, Solusi Servis iPhone Bandung Terpercaya Diskon & Undian Spesial!
Pohon Pule Blahkiuh: Warisan Hidup yang Disakralkan
Berada di jantung Desa Blahkiuh, Kecamatan Abiansemal, pohon pule Blahkiuh selama ini dikenal bukan hanya sebagai elemen alam, tetapi simbol kearifan lokal dan warisan leluhur. Tingginya mencapai hampir 30 meter, pohon ini juga merupakan bagian dari lanskap spiritual masyarakat setempat.
Secara ilmiah, pohon ini dikenal dengan nama Alstonia scholaris, masuk dalam keluarga Apocynaceae. Kulit kayunya cokelat dan kasar, serta mengeluarkan getah putih saat terluka. Dalam budaya Bali dan banyak masyarakat Asia lainnya, pohon pule diyakini memiliki nilai spiritual tinggi, sering digunakan dalam upacara adat dan penyembuhan.
Dahan Tumbang Timbulkan Kepanikan Warga
Pada Rabu (16/4), sekitar pukul 10.00 WITA, salah satu dahan besar pohon pule tersebut patah diterpa angin kencang dan hujan deras. Dampaknya cukup serius:
-
Menimpa Pura Sakenan di dekat Kantor Perbekel Blahkiuh
-
Merusak garasi rumah warga
-
Beberapa sepeda motor mengalami kerusakan
Tim BPBD Kabupaten Badung bersama DKP Desa Blahkiuh langsung melakukan evakuasi dan pembersihan area. Jalan sekitar pura dan rumah warga yang sempat tertutup puing juga berhasil dibuka kembali dalam beberapa jam.
Musyawarah Adat dan Keputusan Penebangan
Pasca-kejadian, tokoh adat bersama aparat desa dan pemangku kepentingan menggelar musyawarah. Keputusannya: pohon pule harus ditebang demi mencegah bahaya lanjutan. Penebangan dilakukan dengan upacara khusus agar tetap menghormati nilai spiritual pohon tersebut.
Proses ini dikawal oleh Bhabinkamtibmas Desa Blahkiuh untuk menjaga ketertiban dan memberi arahan kepada warga agar tetap waspada terhadap pohon besar lainnya di lingkungan padat penduduk.
Simbol Budaya yang Dikorbankan demi Keselamatan
Meski berat, keputusan ini dianggap langkah bijak. Pohon pule Blahkiuh memang sarat makna, tetapi potensi bahayanya sudah tidak dapat diabaikan. Beberapa warga bahkan sempat mengusulkan membuat tugu peringatan atau menanam pohon pengganti di lokasi yang lebih aman.
Bagi masyarakat Bali yang sangat menjunjung nilai spiritual alam, penebangan ini tetap dilakukan dengan memperhatikan adat dan nilai-nilai budaya yang berlaku.
Informasi resmi kebencanaan dari BPBD Badung.
Kisah pohon pule Blahkiuh adalah refleksi penting bahwa pelestarian budaya dan keselamatan warga harus berjalan seiring. Keberanian mengambil keputusan sulit demi kebaikan bersama merupakan bukti tanggung jawab kolektif warga Desa Blahkiuh.
Jika ingin update tentang hal di sekitar Bandung, selalu kunjungi website sekitarbandung.com

