Potensi Tenaga Kerja Jawa Barat Diukur Lewat Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja, Begini Datanya

Sekitarbandung.com – Potensi tenaga kerja di Jawa Barat dapat dilihat dari capaian Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) yang terus menjadi indikator penting dalam membaca kondisi

Dicky Wicaksono

Potensi Tenaga Kerja Jawa Barat Diukur Lewat Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja, Begini Datanya
Potensi Tenaga Kerja Jawa Barat Diukur Lewat Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja, Begini Datanya (Instagram/@bdg.data)

Sekitarbandung.com – Potensi tenaga kerja di Jawa Barat dapat dilihat dari capaian Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) yang terus menjadi indikator penting dalam membaca kondisi ketenagakerjaan di daerah.

Indikator ini menghitung persentase penduduk usia produktif (15 tahun ke atas) yang aktif bekerja atau sedang mencari pekerjaan. Lalu, bagaimana potret TPAK ini di wilayah Jawa Barat, khususnya Kota Bandung? Simak penjelasannya berikut ini!

Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja Provinsi Jawa Barat Berdasarkan Daerah Tempat Tinggal Periode Tahun 2019-2025

Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja Provinsi Jawa Barat berdasarkan daerah tempat tinggal periode tahun 2019-2025 menurut data dari BPS Jawa Barat yaitu sebagai berikut:

Perkotaan

  • 2019: 64,78%
  • 2020: 63,89%
  • 2021: 64,52%
  • 2022: 65,31%
  • 2023: 65,92%
  • 2024: 67,08%
  • 2025: 66,44%

Baca Juga: Diskominfo Jawa Barat Imbau Masyarakat untuk Kenalkan AI pada Anak

Pedesaan

  • 2019: 65,65%
  • 2020: 66,73%
  • 2021: 66,5%
  • 2022: 69,29%
  • 2023: 68,69%
  • 2024: 70,4%
  • 2025: 69,57%

Dalam tujuh tahun terakhir, TPAK Jawa Barat menunjukkan tren yang positif hingga tahun 2024, baik di wilayah perdesaan maupun perkotaan. Selain itu, TPAK di wilayah perdesaan selalu lebih tinggi dibanding wilayah perkotaan. Hal ini menunjukkan bahwa potensi tenaga kerja di perdesaan lebih besar dibanding perkotaan.

Tiga Besar Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja Provinsi Jawa Barat Tahun 2025

3 besar Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja Provinsi Jawa Barat tahun 2025 menurut data dari BPS Jawa Barat yaitu sebagai berikut:

  • Kabupaten Bandung Barat: 70,57%
  • Kabupaten Majalengka: 72,55%
  • Kabupaten Pangandaran: 79,13%

Pada tahun 2025, TPAK tertinggi di Jawa Barat dicatatkan oleh Kabupaten Pangandaran dengan TPAK mencapai 79,13 persen. Sementara urutan kedua ditempati Kabupaten Majalengka dengan TPAK mencapai 72,55 persen.

Baca Juga: BPBD Jawa Barat Tinjau dan Uji Coba Sistem Peringatan Dini (EWS)

Related Post

Tinggalkan komentar