Prasasti Cikapundung Diduga Peninggalan Kuno, Kajian Ilmiah Rampung Agustus

sekitarbandung.com – Sebuah batu bertulis yang diyakini sebagai prasasti Cikapundung tengah menjadi sorotan di kawasan Tamansari, Kota Bandung. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Bandung kini

Aracely Azwa

Prasasti Cikapundung

sekitarbandung.com – Sebuah batu bertulis yang diyakini sebagai prasasti Cikapundung tengah menjadi sorotan di kawasan Tamansari, Kota Bandung. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Bandung kini sedang melakukan kajian intensif terhadap batu misterius seberat 2,5 ton tersebut. Kajian ini diproyeksikan selesai pada akhir Agustus 2025 dan bertujuan memastikan apakah benar batu ini merupakan peninggalan sejarah dari masa lalu.

Baca Juga: Kerja Sama Pemkot dan Kadin Bandung Dorong Sektor Parkir dan Ritel Lokal

Ditemukan Puluhan Tahun Lalu, Baru Diteliti Serius Sekarang

Batu yang kini disebut sebagai prasasti Cikapundung ini sebenarnya ditemukan sejak tahun 1950 oleh seorang warga bernama Oong Rusmana. Lokasi penemuan berada di Gang Cimaung, wilayah Tamansari, Bandung Wetan. Namun, laporan resmi ke pihak berwenang baru dibuat sekitar awal tahun 2000-an. Sejak itu, perhatian terhadap batu ini mulai meningkat meski belum ditindaklanjuti secara serius hingga baru-baru ini.

Proses Kajian Ilmiah Dimulai

Ekskavasi sempat dilakukan beberapa waktu lalu namun dihentikan pada 18 Juli 2025. Tujuannya agar tim peneliti bisa mendalami kajian secara ilmiah tanpa gangguan fisik di lapangan. Kepala Disbudpar Kota Bandung, Adi Junjunan Mustafa, menegaskan bahwa kajian dilakukan untuk mengetahui keaslian batu ini sebagai peninggalan sejarah.

“Tujuannya untuk mengetahui apakah objek ini benar peninggalan kuno atau bukan,” ujar Adi saat diwawancarai pada Selasa (22/7/2025).

Kajian ini melibatkan berbagai pihak, termasuk peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) serta Arkeologi Nasional (Arkenas).

Perdebatan Para Ahli Soal Prasasti Cikapundung

Peneliti BRIN, Nandang Suhendra, percaya bahwa batu tersebut adalah prasasti yang diperkirakan berasal dari abad ke-8 hingga abad ke-14. Menurutnya, bentuk goresan dan struktur batu memiliki kesamaan dengan peninggalan kuno lainnya di wilayah Nusantara.

Namun, pendapat berbeda disampaikan oleh Suristinas Titi dari Arkenas. Ia menyatakan bahwa goresan pada batu tersebut tidak memiliki struktur tulisan kuno, melainkan hanya berupa coretan acak tanpa makna.

Untuk menjaga netralitas dan validitas data, Garbi Cipta Perdana, selaku Pamong Budaya dari Disbudpar Bandung, menjelaskan bahwa semua kajian dilakukan dari awal tanpa praduga.

“Kami mulai dari nol, tanpa asumsi. Hasil akhir baru akan diumumkan pada akhir Agustus 2025,” tegas Garbi.

Kajian Serupa Pernah Dilakukan

Proses autentikasi prasasti seperti ini bukan kali pertama dilakukan di Indonesia. BRIN sebelumnya juga telah mengeluarkan publikasi resmi mengenai metode ilmiah dalam mengidentifikasi prasasti dan artefak, seperti laporan kajian prasasti di Jawa Tengah. Penelitian dilakukan dengan metode karbonisasi, pemindaian 3D, dan pendekatan epigrafis untuk mengetahui usia serta makna historis objek.

Menjadi Sumber Pengetahuan Baru Tentang Bandung

Jika benar batu ini merupakan prasasti Cikapundung, maka sejarah Kota Bandung bisa mengalami pembaruan signifikan. Saat ini, data sejarah mengenai kawasan Tamansari memang belum banyak menggambarkan aktivitas budaya dan peradaban kuno. Penemuan ini bisa menjadi titik balik dalam narasi sejarah kota.

Selain itu, potensi wisata sejarah di Bandung bisa meningkat jika prasasti ini sah sebagai peninggalan kuno. Batu tersebut bisa dijadikan situs cagar budaya, menambah daftar tujuan edukatif di kota yang sudah terkenal dengan wisata kreatifnya.

Penantian Hasil Kajian

Masyarakat dan pecinta sejarah kini menantikan hasil resmi dari kajian Disbudpar dan BRIN. Apapun hasilnya, proses ini menunjukkan pentingnya pelestarian benda sejarah yang kadang terabaikan. Jika terbukti asli, prasasti Cikapundung akan menjadi salah satu temuan arkeologis penting di wilayah urban.

Jika ingin update tentang hal di sekitar Bandung, selalu kunjungi website sekitarbandung.com

Related Post

Tinggalkan komentar