Sekitarbandung.com – Satu unggahan di media sosial dapat menyebarkan informasi privasi lebih luas dari yang dibayangkan, termasuk mengunggah foto lucu anak yang berpotensi diintai oleh orang jahat.
Tanpa disadari, berbagai data pribadi anak seperti alamat rumah, nama sekolah, hingga nomor telepon dapat ikut terekspos di ruang publik melalui media sosial.
Jika informasi tersebut jatuh ke pihak yang tidak bertanggung jawab, anak berpotensi menjadi sasaran penipuan, pelacakan oleh orang asing, bahkan perundungan di dunia maya.
Laporan National Center for Missing and Exploited Children (NCMEC) tahun 2024 menyebutkan bahwa lebih dari 29 juta dugaan eksploitasi seksual anak daring tercatat secara global.
Di Indonesia sendiri tercatat lebih dari 1,45 juta kasus eksploitasi seksual anak secara online. Anak-anak tersebut menjadi target karena jejak digital yang terbuka.
Baca Juga: Pembayaran Digital Aman Gak Sih? Sekarang Bayar Apa-apa Tinggal Scan Klik!
‘Cuma Foto Biasa’ Jadi Petunjuk Lengkap untuk Predator
- Foto anak berseragam dengan identitas sekolah terlihat. Memberi petunjuk jelas soal lokasi, rutinitas, dan lingkungan anak.
- Membagikan lokasi anak secara real-time. Check-in dan story “lagi di sini” bisa membuka posisi anak saat itu juga.
- Menceritakan rutinitas harian anak secara detail. Jam berangkat sekolah, waktu bermain, hingga kebiasaan pulang dapat menjadi pola yang dipantau.
- Mengunggah foto anak dalam kondisi rentan. Saat mandi, tidur, sakit, menangis, atau berpakaian minim, yang rawan disalahgunakan.
- Posting prestasi anak disertai data pribadi lengkap. Nama lengkap, umur, kelas, dan sekolah dapat memudahkan penipuan serta manipulasi.
Langkah-langkah yang Harus Dilakukan
Peran orang tua sangat penting dalam menjaga keamanan anak di ruang digital. Langkah-langkah sederhana dapat dimulai dengan cara berikut:
- Tidak membagikan informasi pribadi anak secara terbuka.
- Mengatur akun media sosial agar lebih privat.
- Mendampingi anak saat beraktivitas di internet.
Oleh karena itu, Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Kota Bandung melalui unggahan akun Instagram @diskominfobdg pada Selasa (17/3/2026) menegaskan bahwa upaya tersebut sangat penting untuk dilakukan.
“Upaya ini menjadi bagian penting dalam melindungi privasi anak, sekaligus menciptakan rasa aman bagi mereka saat berinteraksi di dunia digital,” tulisnya dalam caption.
Baca Juga: Internet Makin Dekat dengan Anak-anak, Apakah Aman?

