Sekitarbandung.com – Indonesia merupakan produsen kopi terbesar ketiga di dunia. Namun, jika melihat kompetisi barista internasional, kopi Indonesia masih jarang menjadi pilihan utama para peserta.
Padahal, kita memiliki banyak origin terkenal seperti Gayo, Mandheling, Toraja, Kintamani, Flores, hingga Java yang sudah lama dikenal oleh para pencinta kopi dunia.
Masalahnya, kompetisi dunia memiliki “selera” yang cukup spesifik. Juri biasanya mencari kopi dengan karakter yang sangat clean, acidity tinggi, floral, fruity, serta memiliki kompleksitas yang dapat dinilai dalam waktu singkat.
Sementara itu, banyak kopi Indonesia terkenal dengan karakter yang berbeda. Body-nya lebih bold, earthy, bercita rasa rempah, dan terkadang sedikit funky karena metode proses serta iklim yang unik.
Bukan berarti lebih buruk. Hanya saja, karakter seperti ini sering kali lebih sulit menciptakan efek “wow” yang dicari dalam kompetisi tingkat dunia.
Selain itu, banyak petani kopi Indonesia masih bekerja dalam skala kecil. Akibatnya, mendapatkan lot kopi yang sangat konsisten dan memenuhi standar kompetisi internasional tidak selalu mudah.
Baca Juga: 7 Makanan yang Sering Dinikmati Saat Nonton Piala Dunia
Karena itu, banyak barista memilih kopi dari Panama, Ethiopia, atau Colombia yang memang sejak awal diproduksi khusus untuk pasar specialty dan kompetisi.
Menariknya, juara dunia barista, Mikael Jasin, pernah mengatakan bahwa orang Indonesia sering merasa terlalu inferior. Padahal, masalah yang dihadapi belum tentu terletak pada kualitas kopinya.
Menurutnya, tantangan yang sering muncul justru berada pada aspek lain, mulai dari komunikasi, public speaking, kemampuan presentasi, hingga persiapan yang benar-benar matang saat berkompetisi.
Kabar baiknya, kopi Indonesia kini mulai semakin kompetitif melalui berbagai inovasi proses dan peningkatan kualitas yang terus berkembang.
Jadi, mungkin pertanyaannya bukan lagi “Apakah kopi Indonesia bisa bersaing?”, melainkan “Kapan kita benar-benar mempercayai bahwa kita bisa bersaing?”
Baca Juga: Mitos Makanan yang Jatuh Menurut Kacamata Sains, Belum Lima Menit!

