Dewa United membuat gebrakan besar jelang Super League 2025/2026. Klub yang bermarkas di Banten International Stadium itu bersiap menjelma jadi tim bertabur bintang, khususnya dari skuad Timnas Indonesia.
Pergerakan transfer klub yang belum lama berdiri ini mencuri perhatian publik sepak bola nasional. Dewa United menunjukkan keseriusan besar membentuk skuad juara dengan mendatangkan pemain-pemain elite Tanah Air.
Yang paling mencolok tentu saja keberhasilan membajak striker muda Timnas Indonesia, Rafael Struick.
Pemain keturunan yang sebelumnya santer dikaitkan dengan Persija Jakarta ini kini justru digadang-gadang segera diumumkan sebagai penggawa anyar Dewa United.
Struick bahkan dikabarkan sudah berada di Indonesia beberapa waktu lalu. Hal itu memperkuat sinyal pengumuman resmi kepindahannya tinggal menunggu waktu.
Tak tanggung-tanggung, Rafael Struick disodori kontrak berdurasi tiga musim hingga 2028 mendatang. Ia juga diproyeksikan untuk mengisi satu dari lima slot pemain U-23 di skuad Dewa United.
Kehadiran Struick jelas memperkuat lini depan Dewa United yang kini layak disandingkan dengan tim-tim mapan seperti Persib Bandung dan Persebaya Surabaya.
Lebih dari itu, ambisi mereka belum berhenti hanya pada satu nama diaspora.
Akun Instagram @liga_dagelann membocorkan Dewa United kini tengah dalam proses negosiasi dengan satu pemain diaspora lainnya. Langkah ini sejalan dengan target tinggi klub untuk menjuarai Super League musim depan.
“Bursa Transfer. Rafael Struick dikontrak Dewa United hingga 2028, dia diproyeksikan untuk mengisi 1 dari 5 slot U-23. Setelah berhasil dapatkan Rafael, Dewa United saat ini sedang proses negosiasi dengan pemain Diaspora lainnya,” tulis @liga_dagelann, Minggu (13/7/2025).
Beberapa nama pemain diaspora Timnas Indonesia seperti Nathan Tjoe A On, Justin Hubner, dan Thom Haye masuk radar. Ketiganya belum memiliki kejelasan klub baru dan bisa menjadi target empuk Dewa United.
Kekuatan finansial klub yang dijuluki “sultan baru” ini menjadi magnet tersendiri bagi para pemain diaspora. Tawaran gaji dan proyek ambisius yang ditawarkan membuat banyak pemain berpaling dari Eropa ke Super League.
Jika transfer tersebut terealisasi, maka klub-klub klasik seperti Persebaya Surabaya, Persib Bandung, hingga Arema FC akan kesulitan menyaingi pamor Dewa United.
Apalagi Persib Bandung dan Persebaya Surabaya diketahui sebelumnya juga dikaitkan dengan nama-nama besar yang kini justru lebih dekat ke Dewa United.
Persib Bandung sempat dikaitkan dengan Rafael Struick lewat sejumlah akun fanbase mereka seperti @diversity_33 dan @vamos.persib.
Mereka membocorkan inisial “RS” sudah muncul dalam negosiasi skuad untuk musim depan.
Namun peluang itu gagal dimanfaatkan oleh Persib Bandung, yang kini justru kalah cepat dari Dewa United. Padahal Persib Bandung tengah dalam proses regenerasi dan kekosongan lini depan yang bisa diisi oleh sosok Struick.
Begitu pula dengan Persija Jakarta, yang sebelumnya dikabarkan telah mencapai kesepakatan verbal dengan sang pemain.
Sayangnya, belum sempat diumumkan secara resmi, Dewa United muncul sebagai penyabot kesepakatan tersebut.
Kabar Struick telah “dibajak” Dewa United mencuat lewat akun @gosballfc. Dalam unggahan tersebut, disebutkan pemain 22 tahun itu akan segera diperkenalkan sebagai pemain baru Dewa United.
“Satu lagi pemain keturunan yang akan merumput ke Liga 1. Yakni Rafael Struick (22th), dia dikabarkan akan bergabung dengan Dewa United,” tulis @gosballfc.
Langkah Persija juga terkesan lamban dalam mengamankan Struick setelah ditinggal Marko Simic. Meski didukung Anindya Bakrie yang juga bos Brisbane Roar, nyatanya Persija justru kecolongan oleh Dewa United.
“Rafael Struick sekarang ini kan lagi di Brisbane Roar, Persija saya enggak tahu, saya bukan ahlinya, tapi kita bakal saling support, tapi boleh juga sih,” ujar Anindya Bakrie dikutip dari @footballabroadindonesia, Rabu (4/6/2025).
Tak hanya itu, Bali United juga sempat masuk dalam persaingan mendapatkan tanda tangan Struick. Namun, klub kebanggaan Pulau Dewata itu juga tak berdaya menghadapi kekuatan transfer Dewa United.
Struick sendiri telah resmi dilepas oleh Brisbane Roar pada akhir April 2025. Ia tampil 10 kali di A-League dan mencetak satu gol, namun tetap dipercaya memperkuat Timnas Indonesia dalam laga internasional.
Dengan status bebas transfer, peluang Struick ke Super League terbuka lebar. Namun, Dewa United muncul sebagai destinasi paling potensial berkat kekuatan uang dan ambisi besar mereka.
Sementara itu, klub-klub besar lain seperti Arema FC memilih untuk tak terlalu agresif di bursa transfer pemain diaspora. Fokus Arema tampaknya lebih ke arah perbaikan internal ketimbang mengikuti tren pemain keturunan.
Kini, hanya tinggal menunggu waktu hingga Rafael Struick benar-benar diresmikan sebagai pemain anyar Dewa United. Jika satu pemain diaspora lagi berhasil digaet, maka kekuatan Dewa United jelas sangat mengerikan.
Dewa United tak hanya mengincar kejutan, tetapi benar-benar membentuk kekuatan untuk bersaing jadi juara Super League 2025/2026.
Persib Bandung, Persebaya Surabaya, hingga Persija Jakarta kini harus siap menghadapi kekuatan baru yang lebih muda, cepat, dan penuh kejutan.
Aksi Dewa United di bursa transfer musim ini membuktikan mereka bukan sekadar klub medioker. Dengan tim bertabur bintang Timnas Indonesia, Dewa United siap menggeser dominasi para raksasa Super League 2025/2026.

