Reaktivasi Bandara Husein: Menanti Solusi Pemerintah Pusat

sekitarbandung.com – Masa depan dua bandara besar di Jawa Barat, yakni Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati di Majalengka dan Bandara Husein Sastranegara di Kota Bandung,

Aracely Azwa

Reaktivasi Bandara Husein

sekitarbandung.com – Masa depan dua bandara besar di Jawa Barat, yakni Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati di Majalengka dan Bandara Husein Sastranegara di Kota Bandung, kembali menjadi sorotan. Meski penerbangan komersial telah dialihkan sepenuhnya ke Kertajati, geliat penerbangan di sana belum juga menggeliat, sementara Pemkot Bandung terus mendorong reaktivasi Bandara Husein.

Reaktivasi Bandara Husein dan Polemik Dua Bandara di Jabar

Asisten Daerah 2 Setda Jawa Barat, Sumasna, mengakui adanya tarik menarik kepentingan antara Pemkot Bandung dan Pemprov Jabar. Menurutnya, hanya pemerintah pusat yang bisa memberi solusi atas permasalahan dua bandara ini.

“Kita tunggu kebijakan pemerintah pusat. Semoga ada solusi yang menguntungkan kedua daerah,” ujarnya, Jumat (20/6/2025).

Pemprov Jabar sendiri berkepentingan menjaga eksistensi Kertajati yang menjadi hub utama bagi warga Jabar timur dan sebagian Jawa Tengah, terutama saat musim haji. Namun di sisi lain, Kota Bandung sebagai pusat provinsi dan destinasi wisata butuh kemudahan akses transportasi udara.

Baca Juga: Sterilisasi Kucing Liar Bandung Dimulai, Target 1.000 Ekor

Wali Kota Farhan Dorong Reaktivasi Bandara Husein

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mendorong agar Bandara Husein dibuka kembali untuk penerbangan pesawat berbadan sempit seperti Boeing 737 dan Airbus A320. Ia menilai, keberadaan bandara di pusat kota akan mendongkrak sektor pariwisata dan perekonomian Bandung Raya.

“Dengan segera membuka Husein, maka sektor pariwisata Kota Bandung akan bergerak. Ketika sektor pariwisata bergerak, Bandung Raya akan jauh lebih sejahtera,” ujarnya.

Farhan juga menanggapi bahwa banyak penumpang lebih memilih terbang dari Bandara Halim, Jakarta, ketimbang ke Kertajati yang jauh dari pusat kota. Ia menilai hal ini merugikan Jawa Barat secara ekonomi.

Kelayakan Teknis Reaktivasi Bandara Husein

Namun, menurut Dinas Perhubungan Jawa Barat, kondisi teknis Bandara Husein tidak lagi memungkinkan untuk melayani penerbangan pesawat jet.

“Sebetulnya dari sisi teknis Husein tidak memungkinkan lagi untuk didarati oleh pesawat jet,” kata Kadishub Jabar Dhani Gumelar.

Dhani menyarankan agar penerbangan jarak pendek non-jet bisa menggunakan Husein, sementara jarak jauh tetap menggunakan Kertajati. Dengan pembagian fungsi ini, diharapkan kebutuhan transportasi udara dapat berjalan berimbang.

Solusi Reaktivasi Bandara Husein di Tangan Pemerintah Pusat

Hingga saat ini, keputusan akhir mengenai nasib dua bandara tersebut berada di tangan pemerintah pusat melalui Kementerian Perhubungan. Semua pihak berharap ada jalan tengah yang adil agar kedua bandara dapat berkontribusi optimal bagi pembangunan daerah.

Jika ingin update tentang hal di sekitar bandung, selalu kunjungi website sekitarbandung.com

Related Post

Tinggalkan komentar