Revitalisasi Jalur KA Bandung–Ciwidey Ancam Rumah Warga! 200 Orang Terancam Digusur?

sekitarbandung.com – Pembangunan ulang jalur kereta api antara Bandung-Ciwidey oleh pihak Pemprov Jawa Barat menimbulkan berbagai tanggapan positif maupun negatif di kalangan publik. Gubernur Jawa

Acsyara Aulia

Revitalisasi Jalur KA Bandung–Ciwidey Ancam Rumah Warga! 200 Orang Terancam Digusur?

sekitarbandung.com – Pembangunan ulang jalur kereta api antara Bandung-Ciwidey oleh pihak Pemprov Jawa Barat menimbulkan berbagai tanggapan positif maupun negatif di kalangan publik. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menjelaskan bahwa revitalisasi jaringan transportasi tersebut bertujuan untuk memperkuat hubungan regional serta merangsang perkembangan ekonomi setempat. Akan tetapi, beberapa penduduk yang bermukin di area persinggahan kereta melaporkan rasa cemas akibat potensi perpindahan paksa rumah mereka sebagai dampak langsung dari program ini.

Satu daerah yang terpengaruh adalah Kampung Ciluncat, Desa Ciluncat, Kecamatan Cangkuang, Kabupaten Bandung. Di area tersebut, kebanyakan penduduk sudah mendiami jalur rel mati untuk beberapa dekade. Tidak hanya itu, banyak juga warganya yang merombak bangunan menjadi tetap di atas rel yang tak lagi digunakan dalam waktu lama.

Baca juga : KAI Banjir Pemesan! Diskon Tiket Kereta Ekonomi Laris Manis, Cuma Sampai 31 Juli!

Mengacu pada pernyataan Dadan, sebagian besar penduduk RT 07/RW 01 telah menetap di wilayah tersebut selama antara 15 sampai dengan 18 tahun. Ada pula beberapa hunian yang masih mempertahankan rel kereta api terpasang didalam struktur bangunannya. Saat ini, rel-rel tersebut sudah dibekukan menggunakan beton dan dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai bagian dasar maupun jalur pejalan kaki.

” Hampir seluruh rumah berada di atas rel. Dahulu lintasannya masih terlihat, tetapi perlahan-lahan menjadi tertutup dan digunakan sebagai jalan atau fondasi rumah,” katanya.

Lorong-lorong lama dari rel kereta tersebut pun sudah diperbaharui oleh penduduk setempat sesuai dengan beragam keperluannya. Sejumlah bagian dipakai sebagai jalan penyeberangan antara pemukiman, beberapa lainnya difungsikan menjadi area bisnis, bahkan ada juga yang dirubah menjadi ruang tamu atau dapur bagi hunian masyarakat lokal. Fenomena ini timbul akibat ketiadaan definisi pasti mengenai hak milik atas tanah tersebut semenjak jalur keretapun tak digunakan lagi.

Apabila proyek revitalisasi ini dilaksanakan tanpa adanya pemindahan yang pasti, diprediksi lebih dari 200 orang akan terkena dampak di Desa Ciluncat sendiri. Menurut Dadan, ada kira-kira 70 kepala keluarga (KK), termasuk penyewa, yang berpotensi kehilangan hunian mereka. Selain itu, bangunan publik seperti masjid pun bisa ikut digusur.

Kehawatiran serupa juga dialami oleh penduduk desa Cibeureum Jati, Kampong Sadu, Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung. Warganegara tersebut tidak mau menyebarkan nama mereka tetapi merasa khawatir lantaran rumah mereka yang terletak di atas lintasan kereta telah difungsikan sebagai lokasi bisnis untuk jangka waktu cukup panjang.

Walau hampir semua penduduk menyadari pentingnya sistem transportasi publik semacam kereta api, mereka mengharapkan bahwa tahapan untuk merestorasi lintasan KA Bandung-Ciwidey harus dilakukan dengan tetap memperhatikan dampak terhadap kelompok masyarakat kurang mampu yang sudah bertahun-tahun tinggal di area sekitar jalur tersebut.

Baca juga : KAI Daop 2 Bandung Tawarkan Diskon untuk 9 Rangkaian Kereta

Penduduk meminta supaya pemerintah bersikap transparan saat mensosialisasikan sesuatu, menghadirkan ganti rugi yang wajar, dan juga menyediakan tempat tinggal penggantinya yang pantas.

Rencana untuk menghidupkan kembali lintasan kereta api Bandung-Ciwidey saat ini baru pada fase perencanaan dan belum memiliki tanggal pelaksanaan yang pasti. Akan tetapi, aspirasi masyarakat yang terpengaruh merupakan aspek penting yang harus diperhatikan oleh pihak berwenang sehingga proyek tersebut dapat dijalankan dengan cara yang memperhitungkan kebutuhan manusia serta adil secara sosial.

Jika ingin update tentang hal di sekitar Bandung, selalu kunjungi website sekitarbandung.com

Related Post

Tinggalkan komentar