Sekitarbandung.com – Mengapa setiap Lebaran jalanan selalu penuh? Karena saat musim mudik, lebih dari setengah penduduk Indonesia ikut bergerak dan bermobilitasi.
Bahkan tahun 2026 diperkirakan ada sekitar 143,5 juta orang yang melakukan perjalanan. Mulai dari pulang kampung, silaturahmi, hingga liburan bareng bersama keluarga tercinta.
Ternyata Jawa Barat menjadi daerah asal pemudik terbesar di Indonesia. Sekitar 30,97 juta orang (21,52%) berasal dari Jawa Barat. Tidak heran jika setiap Lebaran, jalur di Jabar selalu menjadi salah satu yang paling ramai.
Transportasi Favorit Pemudik
Kalau kamu biasanya mudik pakai apa? Mayoritas masyarakat memilih transportasi darat, seperti:
- Mobil pribadi 76,24 juta orang
- Bus 24,08 juta orang
- Kereta api 23,34 juta orang
Hal tersebut dikarenakan lebih fleksibel untuk bisa sampai langsung ke kampung halaman untuk segera bertemu keluarga.
Baca Juga: Pemerintah Resmi Terapkan WFA Jelang Lebaran 2026, Berlaku 16-27 Maret
Pergerakan Masuk dan Keluar Jawa Barat
Selama periode mudik Lebaran, sebanyak 30,97 juta orang keluar dari Jawa Barat dan 25,09 juta orang masuk ke Jawa Barat.
Artinya, Jawa Barat bukan hanya menjadi daerah asal pemudik, tetapi juga menjadi tujuan mudik.
Jika ditanya: “Kenapa bepergian saat Lebaran?”, maka jawabannya hampir sama. 96,7% masyarakat Indonesia bepergian untuk mudik ke kampung halaman.
Hal tersebut dikarenakan Lebaran memang menjadi momen terbaik untuk pulang, berkumpul, dan melepas rindu di kampung halaman.
Oleh karena itu, Pemerintah Provinsi Pemprov Jawa Barat melalui unggahan akun Instagram @humas_jabar pada Jumat (13/3/2026), mengimbau masyarakat untuk melakukan hal-hal berikut sebelum mudik:
- Kendaraan siap jalan
- Cek rute perjalanan
- Atur waktu berangkat
- Jaga kondisi tubuh
Dengan persiapan yang matang sebelum berangkat, diharapkan perjalanan mudik dapat berjalan lebih aman, nyaman, dan lancar sehingga masyarakat dapat sampai di kampung halaman untuk merayakan Lebaran bersama keluarga.
Baca Juga: Saat Lebaran Angkot Akan Diliburkan Selama Dua Minggu, Solusi Warga Tanpa Sepeda Motor dan Mobil?

