Sampah Bandung Jadi Ancaman Banjir, Pemkot Siapkan Langkah Mitigasi

sekitarbandungcom – Pemkot Bandung memperkuat pengelolaan sampah dari tingkat hulu sebagai bagian dari langkah menghadapi musim hujan. Upaya ini dilakukan untuk mencegah sampah masuk ke

nathanael gihon

Sampah Bandung Jadi Ancaman Banjir, Pemkot Siapkan Langkah Mitigasi

sekitarbandungcom – Pemkot Bandung memperkuat pengelolaan sampah dari tingkat hulu sebagai bagian dari langkah menghadapi musim hujan. Upaya ini dilakukan untuk mencegah sampah masuk ke saluran air dan memperbesar risiko genangan di sejumlah wilayah Kota Bandung.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan meminta perangkat daerah menyiapkan mitigasi dan kesiapsiagaan menghadapi dinamika cuaca. Pengelolaan sampah menjadi perhatian karena kondisi musim hujan berbeda dengan periode kering.

Sampah Bandung Jadi Perhatian Saat Musim Hujan

Menurut Farhan, pada periode kering sebagian besar sampah masih dapat diangkut menuju TPA Sarimukti sehingga tekanannya terhadap sistem pengelolaan relatif lebih terkendali. Namun, kondisi tersebut tidak boleh membuat pemerintah lengah ketika musim hujan tiba.

Farhan mengingatkan pengelolaan sampah harus diperkuat sejak tingkat RT, RW, hingga kelurahan. Sampah yang tidak tertangani dari sumber berpotensi masuk ke saluran air dan memicu genangan ketika hujan turun.

Pendekatan dari hulu penting karena penanganan tidak hanya dilakukan setelah sampah menumpuk. Pemerintah ingin pengelolaan dilakukan lebih awal melalui pemilahan, pengumpulan, dan pengangkutan yang berjalan secara teratur di lingkungan masyarakat.

Pemkot Bandung juga terus mematangkan langkah mitigasi pada sejumlah titik yang memerlukan perhatian. Langkah tersebut dilakukan agar potensi genangan dapat diantisipasi melalui koordinasi perangkat daerah.

Farhan menempatkan pengelolaan sampah sebagai bagian dari upaya menjaga lingkungan dan mengurangi potensi persoalan saat curah hujan meningkat. Masyarakat juga diharapkan menjaga saluran air dengan tidak membuang sampah sembarangan.

Baca juga:SIM Keliling Bandung 15 September 2026, Layanan Hadir di BPR

Sampah Bandung Berkaitan dengan Risiko Genangan

Hubungan antara sampah dan banjir sebelumnya juga disampaikan Pemkot Bandung. Pada April 2026, Farhan menyebut tumpukan sampah di saluran air dan sungai menjadi salah satu faktor yang memperparah banjir di sejumlah lokasi Bandung.

Dalam satu hari, petugas bahkan mengangkut hampir 300 meter kubik sampah dari sungai. Data tersebut menggambarkan besarnya material yang dapat masuk dan tertahan di aliran air ketika pengelolaan sampah tidak berjalan optimal.

Karena itu, pembersihan saluran dan sungai menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dari pengelolaan lingkungan. Sampah yang tertahan dapat mengganggu aliran air dan meningkatkan risiko genangan ketika volume air bertambah.

Selain penanganan, Pemkot Bandung juga mendorong pengelolaan berbasis masyarakat. Keterlibatan RT, RW, dan kelurahan diharapkan membantu memastikan sampah ditangani sebelum mencapai saluran air.

Langkah tersebut sejalan dengan kebijakan kesiapsiagaan bencana yang telah dimiliki Kota Bandung. JDIH Kota Bandung mencatat Keputusan Wali Kota Bandung Nomor 360/Kep.019-BPBD/2026 tentang Status Siaga Darurat Bencana Banjir, Banjir Bandang, Cuaca Ekstrem dan Tanah Longsor Tahun 2026.

Baca juga: Damkar Bandung Kerahkan 8 Unit, Kebakaran TPS Punclut Jadi Sorotan

Keputusan tersebut ditetapkan pada 6 Januari 2026 sebagai bagian dari kesiapsiagaan menghadapi ancaman bencana. Selain itu, terdapat Keputusan Wali Kota Bandung Nomor 360/Kep.878-BPBD/2026 yang menetapkan Pos Komando Siaga Darurat untuk menghadapi bencana banjir, banjir bandang, cuaca ekstrem, dan tanah longsor.

Kebijakan tersebut menunjukkan kesiapsiagaan bencana menjadi agenda pemerintah daerah. Pengelolaan sampah kemudian menjadi salah satu upaya pendukung untuk mengurangi faktor yang dapat memperburuk kondisi lingkungan ketika hujan.

Masyarakat memiliki peran penting. Kebiasaan membuang sampah pada tempatnya, memilah sampah dari rumah, dan menjaga saluran lingkungan dapat membantu pemerintah mengurangi beban penanganan.

Pemkot Bandung perlu memastikan koordinasi berjalan sebelum, selama, dan setelah hujan. Pemantauan titik rawan penting agar respons lebih cepat apabila kembali muncul genangan.

Dengan penguatan pengelolaan sampah dari hulu dan kesiapsiagaan bencana, pemerintah berupaya menghadapi musim hujan secara lebih terencana. Tantangannya adalah memastikan setiap kebijakan diterapkan secara konsisten hingga tingkat lingkungan.

Upaya tersebut tidak hanya bertumpu pada petugas pemerintah. Partisipasi warga menjadi bagian penting untuk menjaga sampah tidak masuk ke sungai, drainase, dan saluran air lainnya.

Sampah Bandung pada akhirnya menjadi persoalan lingkungan yang membutuhkan penanganan bersama. Mitigasi banjir tidak hanya dilakukan saat air mulai menggenang, tetapi juga melalui pencegahan sejak sampah berada di lingkungan permukiman.

Dengan demikian, penguatan pengelolaan sampah menjadi langkah preventif yang mendukung kesiapsiagaan menghadapi musim hujan di Kota Bandung.

Related Post

Tinggalkan komentar