sekitarbandung.com – Masih ada gap antara kebutuhan industri, khususnya tekstil dengan jumlah lulusan Politeknik STTT Bandung.
Artinya, industri memang membutuhkan cukup banyak tenaga kerja, terutama level middle manager.
Direktur Politeknik STTT Bandung R Arief Dewanto menyebutkan, setiap tahun, gap kebutuhannya sekitar 100 orang. Saat ini kampus menerima sekitar 300-an mahasiswa setiap tahunnya, sedangkan berdasarkan data, kebutuhan industri mencapai 400 orang tenaga kerja.
“Untuk itulah, kami berupaya menambah jumlah rombel. Memang, ada juga perusahaan yang kolaps, tapi ternyata kebutuhan tenaga kerja di industri, khususnya tekstil tetap tinggi,” ungkap Arief pada Texture Career Days di Politeknik STTT Bandung, Jalan Jakarta, Kota Bandung, kemarin.
Arief menyebutkan, di bursa kerja kali ini, hampir setiap perusahaan rata-rata membutuhkan 10 tenaga kerja baru. Bahkan, ada perusahaan baru di Jawa Tengah yang membutuhkan 100 orang tenaga kerja baru.
Jika dibandingkan dengan bursa kerja tahun lalu, kata Arief, jumlah perusahaan yang berpartisipasi juga bertambah. Tahun lalu 19 perusahaan, sedangkan tahun ini 23 perusahaan.
“Sebagai perguruan tinggi, kami berupaya menjadi jembatan antara kebutuhan industri dan sumber daya manusia. Untuk itulah, kami berupaya job fair rutin diadakan setiap tahun,” ucap Arief.
Arief mengungkapkan, tahun ini, Politeknik STTT Bandung meluluskan 289 sarjana terapan dari tiga program studi, yaitu teknik tekstil, kimia tekstil, dan produksi garmen.
Menurut Arief, saat ini, produksi garmen memiliki kelebihan, karena memiliki konsentrasi desain fesyen. Hal ini menjawab kebutuhan industri yang memerlukan desainer.
Lalu, untuk menghadapi tantangan digitalisasi, para lulusan dibekali dengan arahan dasar-dasar 4.0 dan transformasi 4.0. Hal ini sesuai arahan dari Kementerian Perindustrian.
Arief mengatakan, perusahaan akan melihat sampai di level mana lulusan menguasai transformasi digital. Soalnya, kendati terjadi digitalisasi, tetap butuh sumber daya manusia yang menjalankannya.
Baca juga : 5 Spot Jogging Paling Nyaman di Bandung, Wajib Coba!
Arief menjelaskan, sebelum lulus, mahasiswa harus menjalani dua semester terjun langsung ke industri untuk mendapat pengalaman dan mengembangkan soft skill. Misalnya, leadership dan cara komunikasi.
“Kami juga mewajibkan lulusan untuk uji kompetensi level 6 Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Jadi, selain ijazah, ada sertifikasi uji kompetensi. Hal ini merupakan nilai tambah jika dibandingkan dengan kampus lain,” ujar Arief.
Jika ingin update tentang hal di sekitar bandung, selalu kunjungi website sekitarbandung.com

