sekitarbandung.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mengalokasikan dana sebesar Rp20 miliar sepanjang tahun 2025 untuk menjaga keindahan dan kenyamanan taman kota Bandung serta ruang terbuka hijau (RTH). Anggaran besar ini diprioritaskan agar 500 taman yang berada di bawah kewenangan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) tetap terawat dengan baik dan dapat menjadi ruang publik yang sehat serta nyaman bagi warga.
Baca Juga: Kemendag Gagalkan 19.391 Ball Pakaian Bekas Ilegal di Bandung & Cimahi
500 Taman Kota Bandung Dirawat Setiap Hari
Pelaksana Tugas Kepala Bidang Pertamanan dan Dekorasi Kota DPKP Bandung, Yuli Ekadiyanti, mengungkapkan bahwa pemeliharaan dilakukan setiap hari oleh petugas park ranger. Tugas mereka meliputi penyiraman tanaman, pemupukan, penggantian tanaman yang mati, hingga pembersihan fasilitas umum di taman.
“Tidak ada kerusakan besar di taman kota. Hanya kerusakan ringan akibat vandalisme seperti lampu taman yang rusak atau kabel hilang. Semua itu segera kami tangani agar fasilitas kembali berfungsi,” jelas Yuli saat ditemui di Kota Bandung, Rabu (20/8/2025).
Dari total 900 taman dan RTH yang ada di Bandung, sebanyak 500 taman berada di bawah kendali langsung DPKP. Di antaranya termasuk 25 taman tematik Bandung yang menjadi daya tarik utama wisatawan dan warga lokal.
Taman Tematik Jadi Magnet Wisata Bandung
Bandung dikenal memiliki banyak taman tematik seperti Taman Film, Taman Fotografi, Taman Jomblo, hingga Taman Superhero. Semua taman tersebut mendapat perawatan intensif setiap hari. Tidak hanya sebagai ruang hijau, taman tematik ini juga menjadi ikon wisata Bandung yang unik dan ramah keluarga.
“Perawatan taman tematik dilakukan lebih intensif karena menjadi daya tarik utama. Kami ingin pengunjung merasa nyaman, aman, dan senang saat berada di taman kota Bandung,” tambah Yuli.
Anggaran Termasuk Revitalisasi Flyover Pasupati
Selain perawatan rutin, Pemkot Bandung juga menyiapkan rencana revitalisasi area di bawah Flyover Pasupati pada tahun 2025. Lokasi tersebut akan diubah menjadi ruang publik yang lebih tertata dan bisa dimanfaatkan warga untuk berbagai kegiatan positif.
“Sekarang masih tahap persiapan. Targetnya segera dikerjakan agar ruang publik ini bisa dimanfaatkan optimal,” ujar Yuli.
Peran Masyarakat Jadi Kunci
Meski pemerintah sudah menyiapkan anggaran besar, Yuli menegaskan bahwa keberhasilan menjaga keindahan taman kota Bandung juga sangat bergantung pada partisipasi masyarakat.
“Kami tidak bosan-bosan mengimbau masyarakat untuk ikut menjaga kebersihan dan keindahan taman. Kalau fasilitasnya dirusak, yang rugi juga warga sendiri,” katanya.
Warga diharapkan tidak membuang sampah sembarangan, merusak fasilitas umum, atau melakukan vandalisme yang bisa mengurangi kenyamanan bersama.
Fungsi Taman Kota Bandung bagi Warga
Taman kota bukan hanya ruang hijau, tetapi juga memiliki fungsi sosial, ekonomi, dan kesehatan. Taman menjadi tempat warga berolahraga, bersantai, hingga berkumpul bersama keluarga. Banyak pula UMKM lokal yang menggantungkan hidupnya pada keramaian taman sebagai lokasi berjualan.
Selain itu, keberadaan taman kota Bandung berperan penting dalam mengurangi polusi udara, menjaga keseimbangan ekosistem, dan memperindah wajah kota.
Harapan ke Depan
Dengan anggaran Rp20 miliar ini, Pemkot Bandung berharap seluruh taman kota tetap terjaga kualitasnya, tidak hanya bersih secara fisik tetapi juga nyaman sebagai ruang publik. Program ini juga mendukung visi Bandung sebagai kota yang ramah lingkungan, sehat, dan memiliki kualitas hidup masyarakat yang baik. Menurut data dari Pemkot Bandung, keberadaan tidak hanya mempercantik kota tetapi juga berfungsi sebagai paru-paru kota.
Bandung ingin menunjukkan bahwa ruang hijau perkotaan bukan hanya pelengkap, tetapi kebutuhan pokok warga kota modern.
Jika ingin update tentang hal di sekitar Bandung, selalu kunjungi website sekitarbandung.com

