sekitarBANDUNGcom – Pernahkah Anda terpana oleh sebuah billboard misterius di tengah kota yang memicu rasa penasaran mendalam? Di Kota Bandung, sebuah billboard besar bertuliskan “Dia Punya Kuasa, Kita Punya yang Maha Kuasa” dengan latar belakang putih polos sempat menarik perhatian banyak pasang mata. Tanpa foto produk atau merek, pesan ini terasa begitu menggema, memancing interpretasi dan pertanyaan tentang siapa di balik pesan kuat tersebut. Belakangan diketahui, billboard ini adalah inisiatif dari Subchan Daragana, seorang figur yang juga dikenal sebagai Wakil Ketua Karang Taruna Nasional. Namun, lebih dari sekadar pesan, billboard ini ternyata menjadi cerminan dari filosofi dan motivasi Subchan Daragana untuk maju dalam kontestasi politik, khususnya sebagai Calon DPR RI Dapil Jabar I (Kota Bandung-Cimahi).
Makna di Balik Pesan: Menggugah Kesadaran Spiritual di Tengah Hiruk Pikuk Politik
Saat ditanyai langsung oleh redaksi pada 27 November 2023, Subchan Daragana, atau yang akrab disapa Mang Gana, menjelaskan bahwa billboard tersebut merupakan hasil perenungannya selama beberapa bulan. “Ya sebenarnya itu billboard hasil dari perenungan saya pribadi ya melihat suasana hati masyarakat menjelang tahun Pemilu,” tuturnya.
Perenungan ini bukan sekadar refleksi biasa, melainkan upaya untuk memahami dan merespons kegelisahan masyarakat menjelang pesta demokrasi. Di tengah ingar-bingar kampanye dan janji-janji politik, Mang Gana merasa penting untuk menghadirkan pesan yang lebih fundamental.
Lebih lanjut, Mang Gana menguraikan makna di balik kata-kata “Dia Punya Kuasa, Kita Punya yang Maha Kuasa”. Pesan ini adalah ajakan dan pengingat kepada masyarakat untuk melihat kekuatan yang lebih besar di balik segala hal, kekuatan yang mampu menyatukan dan memberi makna pada setiap langkah kebersamaan. Ini adalah seruan agar masyarakat tidak mudah terbuai oleh rayuan pihak-pihak yang memiliki kuasa, baik jabatan maupun harta, untuk kepentingan pribadi semata.
“Ini pengingat kepada masyarakat agar melibatkan Yang Maha Kuasa dalam memilih pemimpin mereka saat Pemilu nanti. Jika Yang Maha Kuasa dilibatkan, insya Allah, kita akan merasa diawasi dan akan memilih pemimpin terbaik dengan penilaian yang objektif. Yang nantinya, tidak akan mudah terayu oleh iming-iming amplop,” terang Mang Gana.
Pernyataan ini menunjukkan kedalaman spiritual dan integritas yang ingin ditanamkan oleh Mang Gana dalam proses demokrasi. Ia meyakini bahwa dengan melibatkan aspek spiritual, masyarakat akan membuat pilihan yang lebih bijak, tidak hanya berdasarkan iming-iming materi, tetapi juga berdasarkan nilai-nilai kebaikan dan keadilan. Pesan ini relevan di tengah berbagai tantangan politik, termasuk praktik politik uang yang kerap mencoreng integritas pemilu.
Jejak Inspirasi: Anies Baswedan sebagai Katalisator Perjuangan Politik
Ketika redaksi menanyakan apa yang melatarbelakangi pencalonan dirinya sebagai Calon DPR RI Dapil Jabar I dari Partai NasDem dengan nomor urut 7, Mang Gana menyampaikan sebuah pengakuan yang lugas dan penuh inspirasi.
“Saya nyaleg itu betul. Tapi saya mau mengutarakan di sini yah, Saya nyaleg terinspirasi dari Pak Anies Baswedan,” ungkap Mang Gana.
Pernyataan ini menjadi inti dari motivasi Subchan Daragana untuk terjun ke kancah legislatif. Ia melihat sosok Anies Baswedan sebagai representasi kepemimpinan yang ia yakini bisa membawa perubahan. Beberapa poin yang disebut Mang Gana sebagai alasan kekagumannya terhadap Anies Baswedan adalah:
- Sosok Intelektual yang Bukan dari Kalangan Konglomerat: Anies Baswedan dikenal sebagai akademisi dan mantan Rektor Universitas Paramadina. Latar belakang ini menunjukkan bahwa kepemimpinan tidak harus berasal dari kekayaan atau dinasti politik, melainkan dari kapasitas intelektual dan gagasan. Ini memberikan harapan bagi banyak orang bahwa siapa pun, dengan integritas dan kemampuan, bisa berkontribusi dalam politik.
- Sangat Sederhana: Kesederhanaan dalam gaya hidup seringkali menjadi cerminan integritas dan fokus pada kepentingan publik, bukan pada kemewahan pribadi. Hal ini resonan dengan keinginan masyarakat akan pemimpin yang membumi.
- Punya Sejuta Gagasan Hebat yang Ditawarkan kepada Publik untuk Menciptakan Sebuah Perubahan: Anies Baswedan dikenal dengan berbagai gagasannya, mulai dari konsep “maju kotanya, bahagia warganya” hingga berbagai program yang ia usung saat menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta dan kemudian sebagai calon presiden. Gagasan-gagasan ini seringkali berfokus pada perubahan sistemik dan perbaikan kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh. Bagi Mang Gana, hal ini menunjukkan bahwa politik bukan hanya tentang kekuasaan, tetapi tentang visi dan solusi nyata.
- Kokoh Menghadapi Angin Kencang Kekuasaan: Anies Baswedan kerap menghadapi berbagai kritik dan tekanan politik. Namun, kemampuannya untuk tetap kokoh dan konsisten pada pendiriannya menjadi inspirasi tersendiri bagi Mang Gana. Ini menunjukkan ketahanan dan prinsip yang kuat dalam menghadapi tantangan politik. “Walau angin kencang kekuasaan berhembus ingin menjatuhkan beliau, Pak Anies ini tetap kokoh. Luar Biasa!” seru Mang Gana.
Kekaguman ini bukan sekadar sentimen pribadi, melainkan sebuah keyakinan bahwa prinsip-prinsip dan gagasan yang diusung oleh Anies Baswedan adalah apa yang dibutuhkan oleh bangsa ini.
Baca Juga : Subchan Daragana dan Dilema Pilwalkot Bandung 2024: Antara Dorongan Publik dan Fokus Legislatif
Komitmen dan Ajakan: Mengawal Perubahan Bersama di Bandung-CimahiLebih jauh, Subchan Daragana tidak hanya menyatakan kekagumannya, tetapi juga komitmen pribadinya dalam perjuangan politik yang terinspirasi oleh Anies Baswedan.
“Setidaknya jika saya ditakdirkan Allah jadi DPR RI di Senayan, saya Subchan Daragana akan berdiri jadi barisan terdepan Pak Anies,” tegasnya.
Pernyataan ini menunjukkan loyalitas dan keselarasan visi Mang Gana dengan Anies Baswedan. Ini bukan hanya dukungan retoris, melainkan janji untuk aktif mengawal dan memperjuangkan gagasan perubahan dari dalam lembaga legislatif tertinggi di Indonesia. Berada di “barisan terdepan” berarti siap menjadi garda terdepan dalam menyuarakan, mengawal, dan memperjuangkan kebijakan yang sejalan dengan visi perubahan tersebut.
Tidak berhenti pada komitmen pribadi, Mang Gana juga melontarkan ajakan kepada masyarakat Bandung dan Cimahi: “Saya juga ingin mengajak seluruh warga Kota Bandung dan Cimahi jadi barisan terdepan Pak Anies. Kita Kawal gagasan hebat beliau tentang perubahan itu dan kita wujudkan bersama.”
Ajakan ini mencerminkan semangat partisipasi publik dan kolektivitas. Mang Gana tidak hanya ingin berjuang sendiri, tetapi mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut serta menjadi bagian dari gerakan perubahan. Konsep “mengawal gagasan hebat beliau tentang perubahan” berarti masyarakat diharapkan tidak hanya menjadi objek kebijakan, tetapi subjek aktif yang mengawasi, mendukung, dan turut mewujudkan visi tersebut melalui berbagai cara, termasuk partisipasi dalam pemilu dan advokasi setelahnya.
Dengan latar belakang sebagai Wakil Ketua Karang Taruna Nasional, Subchan Daragana memiliki pemahaman yang kuat tentang dinamika sosial dan potensi partisipasi pemuda dalam pembangunan. Keterlibatannya di Karang Taruna memberinya pengalaman langsung dalam berinteraksi dengan masyarakat di tingkat akar rumput dan mengorganisir kegiatan sosial yang berdampak. Pengalaman ini bisa menjadi bekal berharga dalam mengimplementasikan gagasan perubahan yang ia usung.
Peran DPR RI dalam Mewujudkan Gagasan Perubahan
Pilihan Subchan Daragana untuk maju sebagai Calon DPR RI Dapil Jabar I (Kota Bandung-Cimahi) dari Partai NasDem (Nomor Urut 7) adalah strategis. Sebagai anggota DPR RI, ia memiliki platform untuk:
- Menyuarakan Aspirasi Daerah: Mewakili kepentingan dan kebutuhan spesifik masyarakat Kota Bandung dan Cimahi di tingkat nasional.
- Membentuk Kebijakan Nasional: Berpartisipasi dalam pembahasan dan penyusunan undang-undang yang relevan dengan visi perubahan, seperti reformasi birokrasi, peningkatan kualitas pendidikan, atau kebijakan lingkungan.
- Pengawasan Eksekutif: Melakukan fungsi pengawasan terhadap kinerja pemerintah pusat untuk memastikan program-program berjalan efektif dan sesuai dengan prinsip akuntabilitas.
- Mendorong Anggaran Pro-Rakyat: Memperjuangkan alokasi anggaran yang berpihak pada kepentingan masyarakat, mendukung program-program pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.
Dengan visi yang jelas dan inspirasi dari sosok yang ia kagumi, Subchan Daragana membawa narasi yang menarik dalam kontestasi Pemilu 2024. Pesannya tentang keterlibatan Yang Maha Kuasa hingga ajakan untuk mengawal gagasan perubahan bersama, menunjukkan bahwa ia bukan hanya sekadar politikus, tetapi juga figur yang ingin menggerakkan kesadaran dan partisipasi kolektif demi masa depan yang lebih baik.
Kesimpulan: Politik sebagai Ladang Perjuangan Gagasan
Kisah Subchan Daragana dan billboard misteriusnya di Bandung bukan hanya tentang kampanye politik, melainkan tentang perenungan mendalam, inspirasi, dan komitmen. Keputusannya untuk maju sebagai Calon DPR RI yang terinspirasi oleh sosok Anies Baswedan menunjukkan bahwa politik, bagi sebagian orang, adalah ladang perjuangan gagasan dan idealisme, bukan semata-mata perebutan kekuasaan.
Dengan rekam jejaknya sebagai Wakil Ketua Karang Taruna Nasional dan visinya yang jelas tentang perubahan, Subchan Daragana membawa warna tersendiri dalam Pemilu 2024. Ajakannya kepada masyarakat Bandung dan Cimahi untuk menjadi “barisan terdepan” dalam mengawal gagasan perubahan adalah seruan untuk partisipasi aktif dan kolaborasi.
Bagaimana menurut Anda, seberapa penting inspirasi dari tokoh lain dalam membentuk visi seorang calon legislatif?
Baca Juga : Subchan Daragana dan Dilema Pilwalkot Bandung 2024: Antara Dorongan Publik dan Fokus Legislatif

