Kamu Tinggal di Dekat Lereng? Yuk, Kenali Tanda Alam Sebelum Longsor!

Sekitarbandung.com – Kamu tinggal di dekat lereng? Waspadai berbagai tanda-tanda alam yang dapat muncul sebelum terjadinya longsor berikut ini. Guru Besar Teknik Geologi dan Lingkungan

Dicky Wicaksono

Kamu Tinggal di Dekat Lereng? Yuk, Kenali Tanda Alam Sebelum Longsor! (Instagram/@bpbd_jabar)
Kamu Tinggal di Dekat Lereng? Yuk, Kenali Tanda Alam Sebelum Longsor! (Instagram/@bpbd_jabar)

Sekitarbandung.com – Kamu tinggal di dekat lereng? Waspadai berbagai tanda-tanda alam yang dapat muncul sebelum terjadinya longsor berikut ini.

Guru Besar Teknik Geologi dan Lingkungan Universitas Gadjah Mada (UGM), Dwikorita Karnawati, menekankan pentingnya mengenali retakan tanah berbentuk lengkung menyerupai tapal kuda sebagai indikator awal sebelum lereng bergerak dan memicu longsor.

Menurutnya, salah satu tanda khas yang paling sering muncul namun jarang disadari masyarakat adalah retakan tapal kuda, yakni retakan memanjang berbentuk lengkung di bagian atas lereng. Retakan ini terbentuk pada batas antara lereng yang masih stabil dan bagian lereng yang mulai bergeser.

“Jika retakan ini ditemukan, aktivitas di bawah lereng harus dihentikan dan warga dipindahkan ke lokasi aman dengan jarak minimal dua kali tinggi lereng,” ujarnya.

Baca Juga: 20 dari 36 Ruas Jalan Terdampak Banjir dan Tanah Longsor di Aceh Kini Sudah Bisa Dilalui Kembali

Kenali Gejala Lainnya Sebelum Longsor

Selain retakan tapal kuda, sejumlah gejala lain juga dapat menjadi tanda awal terjadinya longsor, di antaranya:

  • Pohon, tiang, atau bangunan yang miring ke arah bawah lereng
  • Munculnya rembesan air atau mata air baru di permukaan lereng
  • Lereng menggembung atau tanah mengalami ambles
  • Retakan pada lantai dan dinding bangunan di sekitar lokasi
  • Pintu atau jendela rumah sulit dibuka akibat pergeseran pondasi
  • Jatuhan tanah atau kerikil dari atas lereng yang disertai suara gemuruh

Jika melihat gejala-gejala tersebut, masyarakat diimbau untuk tidak beraktivitas di bawah lereng dan segera melaporkannya kepada aparat desa atau BPBD setempat.

Oleh karena itu, BPBD Jawa Barat melalui unggahan akun Instagram resminya @bpbd_jabar pada Sabtu (13/12/2025), berharap agar seluruh masyarakat senantiasa waspada, terhindar dari mara bahaya, dan selalu diberikan kesehatan.

“Semoga kita semua terhindar dari mara bahaya dan selalu diberi kesehatan, aamiin,” tulis BPBD Jawa Barat dalam caption unggahannya.

Baca Juga: Masalah Banjir dan Tanah Longsor Belum Usai, Truk Sawit Ini Malah Terlihat Melintas di Jalanan Aceh

Related Post

Tinggalkan komentar