Sekitarbandung.com – Jika mendengarkan kata tobiko, kebanyakan orang langsung terpikir Jepang. Tetapi, tahukah kamu kalau ada kemungkinan tobiko yang sering kita makan justru berasal dari Indonesia?
Lokasi tepatnya berada di Desa Galesong, Makassar. Daerah ini dikenal sebagai salah satu penghasil telur ikan terbang atau flying fish roe yang diekspor ke berbagai negara.
Satu hal yang menarik yaitu sebagian produk tobiko dari Indonesia bahkan dikirim ke Jepang dan China untuk memenuhi kebutuhan industri sushi mereka.
Prosesnya dimulai dari telur ikan terbang yang baru dipanen. Telur-telur ini masih menempel pada semacam serat atau jaring alami yang harus dipisahkan terlebih dahulu.
Setelah itu, telur akan melalui proses penyaringan, pencucian dengan garam, dan pengeringan. Sebagian besar prosesnya masih dilakukan secara teliti untuk menjaga kualitasnya.
Baca Juga: 10 Resep Makanan yang Paling Rahasia dan Ikonik di Dunia
Kualitas tobiko ternyata bukan hanya tentang rasa, tetapi ukuran butiran, tingkat kebersihan, warna, dan teksturnya juga menjadi faktor penting dalam penilaian.
Nah, ini fakta yang cukup mengejutkan. Tobiko asli sebenarnya tidak berwarna oranye terang, hijau, atau hitam seperti yang sering kita lihat di restoran sushi.
Warna-warna mencolok tersebut biasanya berasal dari proses seasoning dan pewarnaan. Dalam kondisi alami, warna tobiko jauh lebih sederhana dan tidak terlalu mencolok.
Menariknya lagi, Indonesia bukan hanya mempunyai tobiko. Ada juga berbagai bahan baku sushi lain yang mulai dikembangkan secara lokal, mulai dari seafood hingga wasabi yang ditanam di dalam negeri.
Jadi, lain kali saat makan sushi, ada kemungkinan salah satu bahan yang kamu nikmati bukan datang dari Jepang, melainkan dari laut Indonesia sendiri. Membanggakan, bukan?
Baca Juga: Dunia Kuliner Seputar Piala Dunia 2026, Berhubungan dengan Performa Pemain

