sekitarbandung.com – TPS Pasar Induk Gedebage di Kota Bandung kini menjadi contoh nyata bagaimana masalah sampah bisa diubah menjadi peluang ekonomi. Dari lokasi yang dulu sering menuai keluhan karena tumpukan sampah berhari-hari, kini TPS ini mampu mengolah 11 hingga 15 ton sampah setiap harinya, nyaris tanpa meninggalkan bau menyengat.
Baca Juga: Penambahan Rombel Bandung: Solusi Akses Pendidikan yang Hadapi Tantangan
Dari Tumpukan Sampah ke Pengelolaan Modern
Beberapa tahun lalu, Pasar Induk Gedebage identik dengan sampah menumpuk, apalagi di musim hujan. Namun, berkat penerapan sistem pengelolaan modern, pemandangan itu sudah menjadi sejarah.
Direktur Utama TPS Gedebage, Aldi Ridwansyah, mengungkapkan bahwa sebagian besar sampah yang diolah berasal dari pedagang pasar, terutama sampah organik.
“Sekarang tidak ada lagi tumpukan lama. Kalau ada, itu sampah baru yang langsung diproses hari itu juga,” jelas Aldi.
Melayani Wilayah Sekitar, Gratis
Menariknya, TPS Gedebage tidak hanya menangani sampah Pasar Induk. Mereka juga menerima kiriman dari Pasar Ujung Berung, pasar tumpah, hingga kelurahan sekitar seperti Cepadung Wetan dan Mekarmulya.
Setiap RW mitra menyumbang sekitar 400 kilogram sampah per hari. Semua itu diolah tanpa biaya pungutan karena operasional ditopang pemerintah lewat skema tipping fee.
Produk Bernilai Jual dari Sampah
Direktur Business TPS Gedebage, Ali Yusuf, menjelaskan bahwa sistem ini bukan sekadar membuang atau membakar sampah, melainkan memprosesnya menjadi berbagai produk bernilai ekonomi.
Produk yang dihasilkan meliputi:
-
Kompos cair dan kompos padat
-
Cocopeat (media tanam dari serbuk sabut kelapa)
-
Cocofiber (serabut kelapa untuk industri)
“Serabut kelapa di Gedebage saja bisa sampai 3 ton per hari. Selama ini kami jual langsung ke perusahaan, tapi mulai September kami akan olah bersama UMKM lokal menjadi produk bernilai tinggi,” ujar Ali.
Menggerakkan Ekonomi Sirkular Bandung
Langkah kolaborasi dengan UMKM ini bertujuan membentuk ekosistem ekonomi sirkular, di mana limbah menjadi sumber daya baru. TPS Gedebage akan menyediakan bahan baku, sementara UMKM memproduksi barang jadi yang dipasarkan bersama melalui sistem profit sharing.
Harga kompos bervariasi, mulai Rp2.000–Rp5.000 per kilogram, tergantung kualitas dan permintaan.
Manfaat Nyata untuk Warga
Menurut Aldi Ridwansyah, keberadaan sistem pengelolaan modern ini bukan hanya mengatasi persoalan sampah, tetapi juga membuka lapangan kerja baru, menciptakan peluang usaha, dan memperkuat rantai pasok ekonomi dari hulu hingga hilir.
“Kita ingin TPS Gedebage ini jadi pusat inovasi pengelolaan sampah yang manfaatnya langsung dirasakan masyarakat,” katanya.
Lihat regulasi pengelolaan sampah di DLH Kota Bandung.
Jika ingin update tentang hal di sekitar Bandung, selalu kunjungi website sekitarbandung.com

