Sekitarbandung.com – Arie Hanggara merupakan salah satu kasus kekerasan terhadap anak paling memilukan dalam sejarah Indonesia.
Bocah tersebut meninggal dunia pada 8 November 1984 setelah mengalami penyiksaan berat yang dilakukan oleh ayah kandung dan ibu tirinya di kawasan Menteng, Jakarta.
Arie Hanggara lahir pada 31 Desember 1977. Sejak usia dini, ia kerap menerima perlakuan tidak manusiawi di dalam rumahnya sendiri.
Penyiksaan yang dialami tidak hanya berupa kekerasan fisik, tetapi juga hukuman yang bersifat psikis dan berlangsung secara berulang.
Salah satu bentuk hukuman yang dialami Arie adalah dipaksa berdiri menghadap tembok dalam waktu lama. Ia juga sering tidak diberi makan dan minum.
Baca Juga: Tragedi Gudang Petasan Kosambi, Ketika Tempat Mencari Uang Berubah Menjadi Kuburan Massal
Dalam kondisi sangat kehausan, Arie diketahui meminum air keran secara diam-diam hanya untuk membasahi tenggorokannya agar tidak kering.
Penyiksaan yang terus-menerus tersebut membuat kondisi fisik Arie semakin melemah. Tubuhnya tidak mampu lagi menahan derita akibat kekerasan yang dialaminya hingga akhirnya ia meninggal dunia.
Kasus ini mengejutkan publik karena terjadi di kawasan Menteng, Jakarta, yang dikenal sebagai wilayah elite. Tragedi Arie Hanggara menjadi pengingat bahwa kekerasan terhadap anak dapat terjadi di lingkungan mana pun, termasuk di dalam keluarga sendiri.
Hingga kini, kisah Arie Hanggara masih dikenang sebagai simbol kegagalan orang dewasa dalam melindungi anak.
Peristiwa ini juga menjadi pengingat keras bahwa setiap anak berhak hidup aman, mendapatkan kasih sayang, dan terbebas dari segala bentuk kekerasan.

